Publika Todays.com|Garut– Seorang pelajar yatim piatu di SMAN 18 Garut tidak masuk dalam katagori bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) atau bantuan siswa miskin, karena data dari sistem menunjukkan bahwa data siswi tersebut masuk dalam kategori mampu dan masuk di desil enam. Hal ini disampaikan oleh operator sekolah ketika dikonfirmasi publika todays.com pada Rabu (29/07/2026).
Menurut operator SMAN 18 Garut, data kelayakan penerima bantuan PIP muncul langsung dari sistem Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dari Kementerian Sosial Republik Indonesia. Pihak sekolah menyatakan tidak dapat melakukan intervensi apapun karena keputusan tersebut bersumber langsung dari sistem yang telah ditetapkan secara nasional.
” Sesuai dengan data permen pip, data itu diambil dari desil satu dengan desil empat, nah berhubung masalah nya kuota yang diambil dari kemensos, dan yang ke dua, dari sejak tahun 2019 sampai dengan tahun sekarang alhamdulilah sman 18 garut ada peningkatan, karena data dtks di kesampingkan dan yang di kejar data di dtsen di ambil dari desa dan kelurahan”, tandas operator rabu (29-07-2026).
Adapun untuk dapat mengubah status kelayakan agar siswi yatim piatu tersebut dapat masuk dalam program PIP, operator menjelaskan bahwa diperlukan perubahan data keluarga dalam sistem DTSEN. Hal ini dapat dilakukan jika siswi tersebut berpindah kepada keluarga yang tergolong tidak mampu atau rawan miskin, serta masuk dalam kategori desil 1 sampai dengan 4.
“Jika ingin siswa ini bisa mendapatkan bantuan PIP, maka harus ada perubahan data di sistem pak, cara nya siswa tersebut harus berpindah dulu pada keluarga yang memang tidak mampu atau rawan miskin dan masuk ke desil 1 sampai dengan 4 pak,” tambahnya.
Pihak keluarga dari siswi berharap agar pihak terkait, seperti Dinas Sosial, dapat mencari solusi yang lebih manusiawi untuk kasus seperti ini, terutama bagi siswa yang memiliki kondisi khusus pada yatim piatu.
Di sisi lain, juga diharapkan ada klarifikasi mengenai mekanisme penentuan desil dalam sistem DTSEN agar bantuan dapat tepat sasaran kepada siswa yang benar-benar membutuhkan.















