Batam, publikatodays.com – Penumpukan sampah terjadi di kawasan Pasir Putih, Batam Center, tepatnya di samping perumahan elit Noble Cove. Sampah yang dibiarkan menggunung tersebut tidak kunjung diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam. Ironisnya, alih-alih diangkut, sampah justru diduga dibakar di lokasi, memicu asap tebal dan aroma menyengat yang mengganggu warga sekitar.
Pantauan di lapangan, tumpukan sampah terdiri dari berbagai jenis limbah rumah tangga, plastik, hingga sisa organik. Bekas pembakaran terlihat jelas di beberapa titik, dengan sisa abu dan bau hangus yang masih tercium kuat, terutama pada siang dan sore hari.
Sejumlah warga mengeluhkan kondisi tersebut karena berdampak langsung pada kesehatan dan kenyamanan. Asap hasil pembakaran kerap masuk ke area permukiman, bahkan mencapai kawasan perumahan Noble Cove yang dikenal sebagai salah satu hunian elit di Batam Center.
“Sudah lama sampah ini tidak diangkut. Bukannya dibersihkan, malah dibakar. Asapnya ke mana-mana, baunya menyengat, bikin sesak napas,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, kamis 8 Januari 2026
Warga menilai tindakan pembakaran sampah di area terbuka sangat berbahaya dan bertentangan dengan prinsip pengelolaan lingkungan. Selain mencemari udara, pembakaran sampah juga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan serta risiko kebakaran, mengingat lokasi berada dekat dengan kawasan permukiman.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak DLH Kota Batam belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab sampah tidak diangkut maupun dugaan pembakaran di lokasi tersebut. Media ini masih berupaya mengonfirmasi instansi terkait untuk memperoleh penjelasan dan langkah penanganan yang akan dilakukan.
Warga berharap pemerintah kota, khususnya DLH, segera turun tangan dan menghentikan praktik pembakaran sampah, sekaligus melakukan pengangkutan secara rutin. Mereka juga meminta adanya penegakan aturan agar persoalan sampah tidak terus berulang dan merugikan masyarakat.
