Li Claudia Chandra Gagas Festival Budaya Tionghoa Terpadu, Perkuat Magnet Wisata Batam ke Mancanegara

Batam, publikatodays.com– Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menggagas transformasi besar dalam kalender pariwisata daerah dengan mengusulkan integrasi seluruh perayaan budaya Tionghoa ke dalam satu festival terpadu berskala besar. Gagasan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat daya saing Batam sebagai destinasi wisata unggulan di kawasan Asia Tenggara.
Usulan tersebut disampaikan Li Claudia saat menghadiri perayaan Cap Go Meh bersama Yayasan Hakka Kota Batam di Swiss-Belhotel Harbour Bay, Sabtu (28/2/2026). Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas paguyuban dan elemen masyarakat guna menciptakan event budaya yang terkonsep profesional, terintegrasi, dan berdampak luas bagi perekonomian daerah.
Menurutnya, Batam memiliki keunggulan geografis yang sangat strategis karena berdekatan dengan Singapura dan Malaysia. Potensi tersebut harus dimaksimalkan dengan menghadirkan event budaya yang mampu menjadi magnet kunjungan wisatawan mancanegara.
“Jika seluruh kekuatan paguyuban disatukan dalam satu festival besar, dampaknya akan jauh lebih masif dibandingkan perayaan yang dilakukan secara parsial. Ini bukan sekadar perayaan budaya, tetapi bagian dari strategi peningkatan ekonomi masyarakat dan Pendapatan Asli Daerah,” ujarnya.
Data lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara ke Batam yang menyentuh lebih dari 1,6 juta kunjungan sepanjang 2025 menjadi dasar optimisme tersebut. Li Claudia meyakini, dengan pengemasan festival yang matang dan promosi terarah, Batam berpeluang menjadi ikon wisata budaya baru di kawasan perbatasan.
Selain memperkuat sektor pariwisata, gagasan ini juga dinilai mampu mempererat harmoni sosial serta memperkokoh identitas multikultural Kota Batam. Kolaborasi antar paguyuban diharapkan tidak hanya menghadirkan kemeriahan, tetapi juga memperkuat persatuan dan kebanggaan terhadap warisan budaya.
Momentum ini sekaligus menandai satu tahun kepemimpinan duet Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra dalam menakhodai Kota Batam. Di tengah upaya percepatan investasi dan pembangunan, pendekatan berbasis budaya menjadi warna tersendiri dalam strategi pembangunan daerah.
Dengan visi integratif tersebut, Batam tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun panggung peradaban yang menjadikan budaya sebagai fondasi kemajuan ekonomi dan harmoni sosial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *