Batam, publikatodays.com – PT Ekasapta Paramita Energi sukses mengekspor sebanyak 18.000 ton Palm Kernel Shell (PKS) atau cangkang sawit ke Jepang pada Rabu (25/02). Komoditas biomassa tersebut diberangkatkan melalui Pelabuhan Siak Sri Indrapura dengan total nilai devisa ekspor mencapai USD1.980.000.
Keberhasilan ekspor ini tidak lepas dari dukungan sistem layanan kepabeanan yang memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan. Dalam kegiatan tersebut, Bea Cukai Pekanbaru turut memastikan layanan kepabeanan berjalan cepat, tepat, dan akuntabel.
Penelitian dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), verifikasi persyaratan, hingga penerbitan persetujuan ekspor dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga arus barang tetap lancar tanpa mengabaikan aspek kepatuhan.
Kepala Kantor Bea Cukai Pekanbaru, Benny Wismo Noegroho, menyampaikan bahwa dari kegiatan ekspor tersebut tercatat penerimaan negara dari bea keluar sekitar Rp2,1 miliar.
“Penerimaan ini menjadi kontribusi nyata terhadap kas negara, sekaligus mencerminkan efektivitas pengawasan dan kepatuhan di bidang kepabeanan,” ungkap Benny.
Permintaan Jepang terhadap cangkang sawit diketahui terus meningkat seiring komitmen negara tersebut dalam pengembangan energi baru dan terbarukan. PKS dimanfaatkan sebagai bahan bakar biomassa yang dinilai lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Momentum ini menjadi peluang strategis bagi pelaku usaha di Riau untuk memperluas akses pasar global sekaligus meningkatkan nilai tambah produk turunan sawit.
“Bea Cukai Pekanbaru berkomitmen menyeimbangkan fungsi pelayanan dan pengawasan dengan optimalisasi penerimaan negara. Ke depan, sinergi dengan pelaku usaha dan pemangku kepentingan akan terus diperkuat agar potensi ekspor daerah semakin berkembang dan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” tutup Benny.
