PKBM Di Cikelet Garut Dapat 250 Porsi MBG Setiap Hari Dengan Ruang Kelas Hanya Satu Rombel

 

Publika Todays.com|Garut  – Lembaga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Nurul Ihksan yang berlokasi di Kampung Rancapatat, Desa Ciroyom, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, menjadi sorotan setelah terungkap menerima menu Makan Bergizi Gratis (MBG) sebanyak 250 porsi setiap hari dari SPPG di Cikelet. Hasil pantauan Publika Todays.com menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara data yang dicantumkan dengan kondisi aktual di lapangan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, PKBM Nurul Ihksan yang dipimpin Helmi Ihsan Firdaus hanya memiliki 1 ruang kelas dengan beberapa mebeler (kursi dan meja) di dalamnya, dan tidak memiliki toilet dan ruang guru seperti yang tercantum di DAPODIK.

 

Kondisi ini dinilai tidak mungkin mengakomodir jumlah warga belajar sebanyak 250 orang seperti yang disebutkan. Selain itu, gedung PKBM tersebut tampak jarang digunakan, terlihat banyak debu dan kotor seolah tidak pernah dibersihkan secara rutin.

 

Kepala SPPG Di Cekelet Garut, ketika dikonfirmasi pada hari Senin (20-04-2026) menyatakan bahwa pengantaran menu MBG untuk para Peserta Didik Masyarakat atau Penerima manfaat (PM) PKBM tersebut sebanyak 250 porsi dan dilakukan setiap hari.

 

Kalo PKBM setiap hari ada, dan yang sekolahnya itu hari Senin sampai Sabtu pak, karena ada berita acara nya, ada porsi yang keluar masuk pak,” ujarnya.

 

Namun, pengakuan tersebut bertentangan dengan informasi yang kami terima dari warga sekitar dan pegawai SPPG sendiri. Seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya menyampaikan bahwa kegiatan belajar di PKBM Nurul Ihksan tidak berjalan setiap hari dan jumlah peserta jauh dari angka ratusan.

 

Tidak tiap hari pak, ya kadang-kadang lah, kalo yang belajarnya yang saya tahu paling ada puluhan lah, di kampung ini juga ada pak yang sekolah di paket C ini pak,” tandas warga tersebut.

 

Hal senada juga diungkapkan oleh seorang pegawai SPPG. “Ia pa paling ada lah 20 orangan mah kalo yang saya lihat, kalo belajarnya paling yang saya tahu jam 9 sampai jam 10 pak,” ujarnya.

 

Adapun informasi lain, Kepala Sekolah mengajukan menu 250 PM ketika di pertanyakan pihak SPPG. ” saya juga pernah bertanya kepada kepala sekolah pak, katanya banyak yang diluar Garut, dari pada saya di salahin ya sudah saya kasih permintaan nya, 250 porsi“, ungkap nya.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai kebenaran data jumlah penerima manfaat MBG yang dicantumkan oleh PKBM Nurul Ihksan, serta bagaimana distribusi sisa porsi yang tidak terpakai mengingat jumlah peserta aktual jauh lebih sedikit dari yang tercatat.

 

Masyarakat berharap pihak berwenang segera melakukan pemeriksaan mendalam untuk memastikan bahwa program MBG berjalan sesuai dengan tujuan dan tidak ada penyalahgunaan yang terjadi di lapangan oleh para oknum.

 

Hingga berita ini ditayangkan, awak media Publika Todays.com belum melakukan wawancara kepada pihak PKBM untuk memberikan klarifikasi karena minim informasi di lokasi.

(R. SANTOSA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *