Kabupaten Minahasa Selatan, Publikatodays.com – Kabupaten Minahasa Selatan resmi memulai ekspansi global melalui ekspor perdana produk turunan kelapa dari Rumah Produksi Bersama (RPB) Desa Kapitu menuju Guangzhou, Tiongkok.
Seremoni pelepasan dua kontainer produk olahan ini dihadiri langsung oleh Bupati Franky Donny Wongkar.
Ekspor perdana ini mencakup tiga produk utama yang memiliki nilai tambah tinggi di pasar internasional:
Coco Fiber (Serat Kelapa)
Husk Chip (Potongan Sabut Kelapa)
Peat Block (Blok Kokopit).
Langkah ini membuktikan bahwa hilirisasi komoditas kelapa di Minahasa Selatan berhasil meningkatkan daya saing daerah, bergeser dari sekadar penyedia bahan mentah menjadi eksportir produk jadi.
Keberhasilan ini merupakan buah kolaborasi antara koperasi pengelola, masyarakat, dan dukungan lintas pemerintah. Pengembangan RPB Kapitu sendiri berlandaskan Permenkop UKM Nomor 4 Tahun 2023, dengan sokongan infrastruktur dan pembiayaan dari pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten.
”Ekspor ini adalah hasil nyata dari kerja keras dan dedikasi seluruh pihak dalam mengoptimalkan potensi perkebunan kita,” ujar Gubernur Sulawesi Utara dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Gubernur Johanes Victor Mailangkay.
Target Keberlanjutan
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan menargetkan integrasi rantai pasok yang lebih kuat dengan melibatkan BUMDes sebagai pemasok bahan baku utama. Strategi ini diharapkan dapat:
Menjamin ketersediaan bahan baku industri.
Meningkatkan pendapatan asli desa dan kesejahteraan petani.
Membangun ekosistem ekonomi yang berkelanjutan dan berdaya saing global.
Acara ini turut disaksikan oleh perwakilan Kementerian UMKM, Bappenas, serta jajaran Forkopimda Minahasa Selatan, menandai babak baru kebangkitan ekonomi berbasis kerakyatan di Sulawesi Utara.
