Publika Todays.com|Garut – Wakil Ketua II Sekolah Tinggi Agama Islam Nusantara (STAINUS) Kabupaten Garut, Ibu Hj. Neti Yuliawati, bersama Wakil Ketua III Bp.Risan Sugiasin dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAINUS Kabupaten Garut menggelar kegiatan sosial bertajuk “Berbagi Kasih” bersama puluhan anak yatim piatu dari Panti Asuhan Bina Insani, Jl. Pasundan, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota.
Berlangsung di objek Wisata Situ Bagendit pada Juma’t (01/05/2026), kegiatan ini tidak sekadar menyalurkan santunan. Lebih dari itu, aksi ini menjadi ruang edukasi hablum minannas hubungan antar manusia yang diajarkan Islam seperti saling mengulurkan tangan, menebar kebaikan, dan peduli pada sesama yang membutuhkan.
Ketua BEM STAINUS Kabupaten Garut, A.Hapif, dan Sekjen BEM STAINUS Asep Nurjaman Serta Jajaran BEM lain nya beserta Ketua UKM dan Jajarannya, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus dakwah sosial.



” Dalam islam kita diajar hablum minannas, nah Hari ini kami belajar langsung secara nyata. Kebahagiaan itu tumbuh ketika kita berbagi. Anak-anak Bina Insani berhak dapat ilmu, tawa, dan kasih sayang“, ujar A. Hapid.
Dalam hal ini, pilihan lokasi kegiatan seperti Bagendit adalah salah satu upaya agar bisa menciptakan kebahagiaan bersama, “kami pilih wisata Bagendit ini agar mereka belajar bagai mana cara mencintai alam, menghargai sejarah dan budaya Garut, dan merasa jadi bagian dari kita semua,” tambah Asep Nurjaman Sekjen BEM
Dalam kegiatan tersebut, Ibu Hj. Neti Yuliawati selaku WK2 dan Bapak Risan Sugiasin WK3 STAINUS Kabupaten Garut turun langsung mendampingi anak-anak. Mereka berkeliling Situ Bagendit sambil memberikan edukasi ringan tentang pentingnya menjaga ciptaan Allah, diselingi permainan edukatif yang dipandu mahasiswa. Nilai gotong royong dan empati ditanamkan melalui interaksi hangat sepanjang kegiatan.
Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan STAINUS Kabupaten Garut, [Risan Sugiasin WK3], menambahkan bahwa kampus ingin melahirkan generasi yang tidak abai terhadap realitas sosial.
“STAINUS adalah Kampus Realitas. Kami tidak mau mencetak sarjana yang hanya pintar di kelas saja, Hablum minannas kan harus dipraktikkan bukan hanya di materi saja. Nah jadi hari ini pimpinan dan mahasiswa sama-sama belajar, tangan di atas kan lebih mulia dari tangan di bawah. Jadi Uluran tangan kita adalah jembatan kebaikan untuk mereka pak, begitu kira kira,” tegasnya.
Pengurus Panti Asuhan Bina Insani menyampaikan apresiasi mendalam. “Anak-anak pulang dengan senyum lebar. Ini pelajaran berharga bagi mereka bahwa banyak orang baik di luar sana. Terima kasih Ibu Hj. Neti Yuliawati Ibu WK2, Bpk.Risan Sugiasin WK3, dan adik-adik BEM STAINUS yang sudah memuliakan anak-anak kami,” tutup nya.
Kegiatan ditutup dengan makan bersama, doa, dan penyerahan bingkisan serta santunan. BEM STAINUS berkomitmen menjadikan “Berbagi Kasih” sebagai agenda rutin, sebagai ikhtiar merawat nilai hablum minannas dan menebar manfaat bagi kelompok rentan di Kabupaten Garut.
RINGKASAN:
*Tentang STAINUS Kabupaten Garut:*
Sekolah Tinggi Agama Islam Nusantara (STAINUS) Kabupaten Garut merupakan perguruan tinggi yang mengusung konsep “Kampus Realitas”, memadukan keunggulan akademik dengan kepekaan sosial, spiritualitas, dan keterlibatan langsung dalam dinamika masyarakat.
(Asep Nurjaman)
