Ketua BEM STAINUS Garut Murka, Sebagian Orang Tua Siswa Tak Di Persilahkan Masuk Dalam Kasus  Pemotongan Rambut SMKN 2 Garut, ” Mereka Juga Manusia Hormati Dong, Kalah Jiga Galatok”.

Publika Todays.com|Garut, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAINUS Garut, A. Hapid Ali, menyampaikan rasa kemurkaannya terkait kabar bahwa sebagian orang tua siswa tidak diizinkan untuk terlibat secara langsung dalam proses penanganan kasus pemotongan rambut di SMKN 2 Garut.

 

 

Ia menegaskan bahwa keluarga korban juga berhak terlibat dan harus dihormati.  “Mereka juga manusia, hormati dong. Kalah Dariuk Jiga galatok” tegas A. Hapid dalam acara mediasi, pada Rabu (06/05/2026).

 

Kabar tentang ada larangan orang tua siswa untuk masuk dalam proses penanganan kasus muncul setelah pertemuan prinsipal yang diadakan di Gedung Bale Dewa Niskala pada Selasa (05/05/2026).

Beberapa perwakilan orang tua siswa menyampaikan bahwa mereka tidak diberikan ijin masuk untuk menyampaikan pendapat secara penuh dan hanya diizinkan sebagai pihak yang hanya menerima informasi dan duduk di luar gedung saja.

 

Mereka itu keluarga dari korban, mereka memiliki hak untuk mengetahui setiap langkah penanganan kasus dan ikut serta dalam mencari solusi yang adil. Kenapa mesti ada larangan seperti ini”, tambah A. Hapid.

Menurut A. Hapid, pihak BEM STAINUS Garut yang telah mendampingi keluarga siswa dari sejak awal kasus muncul akan terus berjuang agar hak-hak orang tua dan siswa terjaga. Ia juga meminta pihak sekolah dan dinas terkait untuk segera membuka ruang komunikasi yang lebih luas dan menghormati peran keluarga dalam menangani kasus ini.

 

(R. Santosa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *