Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Berita

Dipicu Aksi Bakar Ban dan Keranda, Demo Ribuan Mahasiswa PB PMII di Depan Gedung DPR, Berakhir Ricuh

32
×

Dipicu Aksi Bakar Ban dan Keranda, Demo Ribuan Mahasiswa PB PMII di Depan Gedung DPR, Berakhir Ricuh

Share this article

Jakarta, Publikatodays – Dipicu aksi debat dengan pihak kepolisian yang tengah mengamankan aksi demontrasi ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Pengurus Besar (PB) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di depan Gedung DPR RI, Senin (22/6/26) sore, akhirnya berujung ricuh.

Kericuhan tersebut berawal ketika para demonstran tengah menggelar aksi bakar ban hingga keranda bambu sebagai simbol matinya nurani pemerintah dan DPR, bersamaan dengan itu, mahasiswa juga mulai menutup ruas jalan Gatot Subroto mengarah ke Slipi.

Example 300x600

Karena berdampak pada kemacetan arus lalu lintas, polisi kemudian meminta agar mahasiswa kembali ke barisan awal namun permintaan tersebut ditolak oleh mahasiswa, sehingga menimbulkan perdebatan hingga terjadi aksi saling dorong antara mahasiwa dengan pihak kepolisian.

Tak lama setelah itu, pihak kepolisian langsung melakukan pemadaman api yang membakar ban dan keranda bambu tersebut dengan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), yang kemudian kembali memicu amarah para pengunjuk rasa.

Aksi kericuhan antara polisi dengan mahasiswa semakin memanas dan saling dorong terus terjadi di sepanjang aksi ribuan mahasiwa tersebut berlangsung, hingga akhirnya terjadi negosiasi dan kericuhan tersebut dapat teratasi dengan cepat.

Sekedar informasi, ribuan mahasiswa PB PMII menggelar aksi “Evaluasi Total Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran”, dalam aksinya, mahasiswa menyampaikan sebanyak lima tuntutan utama yang kemudian menjadi sorotan isue nasional diantaranya.

Pertama, meminta agar pemerintah dan DPR RI, untuk menegakkan amanat Undang-Undang (UU) Pasal 33 secara berdaulat, kedua kembalikan kepercayaan publik yang selama ini dinilai sudah hilang kepercayaannya terhadap pemerintah dan DPR.

Kemudian ketiga, mahasiswa meminta agar pemerintah mampu memperkuat kemandirian ekonomi nasional, keempat, reshuffle dan efisiensi struktur kabinet sesuai kompetensi dan otoritas, terakhir reset BGN, bubarkan KDMP, dan pemerintah harus bisa mesejahterakan guru di Indonesia.(eko)

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *