Publika Todays.com|Garut-Sungguh memprihatinkan kondisi yang dialami Bah Rodi (61 tahun), seorang lansia yang tinggal di Kampung Campaka RT 06 RW 03 Desa Sirnagalih, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut.
Lansia menduda ini yang termasuk kategori warga miskin ekstrim tak pernah menerima bantuan apapun dari pemerintah, baik itu Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Program Keluarga Harapan (PKH), maupun Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD).
Keseharian Bah Rodi dihabiskan sebagai pemulung bawang bekas hasil panen dari petani warga sekitar. Menurut cerita yang disampaikannya pada Kamis (16/07/2026) kepada Publika Todays.com, ia hanya bisa mendapatkan sekitar 1 kilo beras dari hasil memungut sisa bawang yang ditinggalkan setelah panen dan dibersihkan oleh para petani lokal.
“Abah mah kie we jang mulungan nu aya we aya bawang susa sesa di canak di beresihan hela teras di ical dei, ah da tara seer sok kaburu cape da tos kie jang tos kolot, nya aya we jang sakiloen mah jang tuang abah mah,” ujarnya dengan nada lesu.
Selain kesulitan dalam memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, Bah Rodi juga mengeluhkan kondisi gubuk tempat tinggalnya yang saat ini hanya bisa dipertahankan meskipun kurang nyaman. Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya pernah memiliki gubuk serupa, namun telah roboh karena usia dan tidak pernah mendapatkan bantuan untuk membangun yang baru.

“Ayenamah nyalikan anu martuawe jeng putra, istri tos ngantunken da bumi nu abah mah tos ambruk tos lami, matak ti payun atoh aya nu ngadata teh sok atoh, tapi teaya dei tos lami jang,” jelasnya mengungkapkan keresahannya, Kamis (16/07/2026).
Kondisi Bah Rodi membuat tetangganya merasa heran, karena menurut mereka banyak warga sekitar yang telah memiliki rumah permanen dan penghasilan lebih baik justru mendapatkan bantuan BPNT dan juga PKH.
“Nya muhun pa, ari nu sanes gening karenging tingal tuh ku bapa, bumi ageng nya sae ge jabaning garaduh penghasilan, ari ie abah Rodi bet hente ka palire pan aneh, te ngartos puguh pak,” ujar salah satu tetangga yang tidak ingin disebutkan namanya.
Saat ini, Bah Rodi sangat berharap agar pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten Garut dapat memperhatikan kondisi dirinya yang nampak sudah lelah. Ia berharap bisa mendapatkan akses bantuan yang sesuai dengan kebutuhannya, baik untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari maupun untuk memperbaiki tempat tinggalnya yang sudah tidak layak tersebut.
Hingga saat ini, belum di lakukan tanggapan resmi kepada pemerintah desa Sirnagalih maupun dinas sosial di Kabupaten Garut terkait dengan kondisi Bah Rodi yang memprihatin kan.
Masyarakat berharap agar pihak berwenang dapat segera melakukan verifikasi lapangan dan memberikan bantuan yang diperlukan bagi Rodi seorang lansia yang berhak mendapatkan dukungan dari pemerintah di kabupaten Garut.















