PEKALONGAN, Publikatodays.com – Komitmen nyata dalam memperjuangkan sektor pertanian ditunjukkan oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Daerah Pemilihan Jawa Tengah X, H. Rizal Bawazier. Pada hari Minggu, 3 Agustus 2026, ia secara resmi meresmikan pembangunan talud irigasi yang berlokasi di Desa Sukoyoso, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan.
Peresmian infrastruktur vital bagi petani tersebut berlangsung khidmat, meriah, dan penuh keakraban. Ratusan warga bersama jajaran kelompok tani, perangkat Desa Sukoyoso, Babinsa, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat tampak antusias hadir di lokasi kegiatan untuk menyambut langsung kehadiran wakil rakyat mereka.
Acara diawali dengan prosesi seremonial pemotongan pita yang dilakukan langsung oleh H. Rizal Bawazier. Pemotongan pita tersebut menjadi simbol resmi bahwa pembangunan talud irigasi telah selesai dikerjakan dan mulai hari itu sudah dapat dimanfaatkan sepenuhnya oleh masyarakat untuk kepentingan pengairan lahan pertanian.
Tidak berhenti pada seremoni, setelah peresmian, H. Rizal Bawazier melanjutkan kegiatan dengan menggelar dialog terbuka bersama warga. Dalam suasana santai dan penuh kekeluargaan di tepi saluran irigasi, ia mendengarkan secara langsung berbagai keluhan, masukan, serta aspirasi warga terkait kebutuhan infrastruktur pertanian lainnya yang masih memerlukan perhatian di wilayah Kajen dan sekitarnya.
Dalam sambutannya, politisi yang dikenal dekat dengan masyarakat akar rumput ini menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur irigasi bukanlah pembangunan pelengkap, melainkan menjadi faktor penentu utama keberhasilan sektor pertanian.
“Pertanian itu nyawanya ada di air. Kalau irigasinya bagus, kuat, dan terawat, petani kita bisa tanam dengan tenang, bisa panen dengan hasil yang maksimal. Tapi kalau salurannya rusak, jebol, maka petani yang paling dirugikan. Karena itu, pembangunan talud ini adalah ikhtiar kita untuk memberikan kepastian bagi para petani dalam menjalankan musim tanam,” ujar Rizal Bawazier dengan tegas.
Ia menjelaskan bahwa fungsi utama dari pembangunan talud adalah sebagai penahan dan penguat dinding saluran irigasi. Konstruksi ini dibangun untuk mencegah terjadinya longsor, mengantisipasi gerusan erosi tanah akibat derasnya aliran air, serta menjaga agar dimensi saluran tetap stabil sehingga aliran air dari hulu menuju ke hilir atau ke petak-petak sawah warga tetap lancar tanpa hambatan.
Langkah ini dinilai sangat krusial dan strategis, mengingat karakteristik geografis dan kondisi lahan pertanian di Desa Sukoyoso yang sebagian besar sangat bergantung pada kelancaran suplai air dari saluran irigasi tersebut untuk menghidupi ratusan hektar sawah produktif.
Kehadiran talud irigasi baru ini pun menjadi angin segar dan kabar yang sangat menggembirakan bagi para petani. Betapa tidak, selama beberapa tahun terakhir, para petani di Sukoyoso harus berhadapan dengan persoalan klasik, yakni kondisi fisik saluran irigasi yang memprihatinkan di sejumlah titik. Dinding saluran yang masih berupa tanah rawan ambrol, terutama ketika intensitas curah hujan tinggi, sehingga menyebabkan pendangkalan dan distribusi air ke areal persawahan menjadi tidak merata dan tidak maksimal.
Rasa syukur pun diungkapkan oleh salah seorang warga tani yang hadir. Ia mengaku lega dan merasa lebih aman setelah talud dibangun.
“Alhamdulillah, matur nuwun sanget. Sudah lama kami menunggu perbaikan ini. Dulu kalau hujan deras kami was-was talud longsor, sawah tidak dapat air. Sekarang sudah dibeton, kokoh, tertata rapi. Kami jadi lebih tenang dan semangat untuk bertani. Semoga Pak Rizal Bawazier terus memperhatikan nasib petani kecil seperti kami,” tuturnya penuh haru.
Untuk memastikan mutu dan manfaat pembangunan, usai acara peresmian, H. Rizal Bawazier bersama warga dan pemerintah desa melakukan peninjauan lapangan secara langsung. Ia berjalan kaki menyusuri saluran irigasi yang baru selesai dibangun hingga meninjau hamparan area persawahan warga yang memanfaatkan aliran air dari saluran tersebut. Peninjauan ini menjadi bukti bahwa pembangunan yang dilakukan benar-benar menyentuh kebutuhan riil masyarakat dan bukan sekadar proyek seremonial.
Di sisi lain, Pemerintah Desa Sukoyoso menyambut positif dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas perhatian besar yang diberikan oleh Anggota DPR RI tersebut terhadap pembangunan di desanya. Kepala Desa Sukoyoso menilai, apa yang dilakukan oleh H. Rizal Bawazier merupakan bentuk nyata kehadiran negara di tengah petani.
Pihak pemerintah desa juga berharap, dukungan terhadap sektor pertanian di Sukoyoso tidak berhenti sampai pada pembangunan talud ini saja. Mereka berharap ke depan akan ada program berkelanjutan berupa perbaikan dan normalisasi jaringan irigasi tersier lainnya, pembangunan jalan usaha tani, serta peningkatan sarana pendukung pertanian lainnya.
Dengan telah diresmikannya talud irigasi Desa Sukoyoso ini, seluruh masyarakat menaruh harapan besar. Mereka berharap ketersediaan air untuk mengairi lahan pertanian menjadi lebih terjamin dan berkelanjutan. Ketika air terjamin, produktivitas pertanian akan meningkat, hasil panen melimpah, dan pada akhirnya akan berdampak langsung pada peningkatan perekonomian dan kesejahteraan warga yang mayoritas menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian. Infrastruktur ini diharapkan menjadi fondasi penting dan investasi jangka panjang demi terwujudnya kedaulatan pertanian dan ketahanan pangan di Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan.















