Publika Todays.com|Garut – Seorang pengusaha UMKM bidang peternak ayam pedaging di Kabupaten Garut, Jawa Barat, menyampaikan keheranannya setelah namanya tercatat masuk dalam kategori Desil dua dalam pendataan kesejahteraan sosial. Padahal saat ini dirinya sedang gencar mengembangkan usaha peternakan yang dikelolanya dan sama sekali tidak pernah menerima bantuan sembako dari pemerintah manapun (BPNT dan PKH).
Menurut pengakuan nya pada Publika Todays.com, sempat kaget ketika melakukan pengecekan data diri melalui DTSEN, lalu muncul data dirinya dan ternyata masuk dalam kelayakan penerima bantuan, meski di data di sebut kan untuk BPNT dan PKH tidak .
“Nih coba lihat, istri saya masuk pada desil dua cuman kalau urusan sembako istri saya tidak pernah terima, tapi kenapa saya masuk di desil dua,” ungkapnya sambil ketawa dengan nada bingung, Sabtu (1/8/2026).
Kasus ini menyoroti dugaan ketidak akuratan pendataan yang dilakukan pemerintah. Di saat yang sama, muncul pula kasus serupa yang menjadi sorotan publik salah satu siswi yatim piatu yang ber sekolah di SMAN 18 Garu justru tercatat di Desil Enam dalam kategori yang dianggap mampu,
Fenomena ini memunculkan pertanyaan besar, apakah pendataan benar-benar turun ke lapangan dan memverifikasi kondisi nyata warga, atau hanya mengandal kan laporan laporan dari pihak lain. Dari siswi yat4m piatu yang layak menerima bantuan progran indonesia pintar atau PIP justru malah tidak dapat mendapat kan bantuan karena kendala masuk dalam desil enam hingga pengusaha UMKM yang sedang mengembangkan usaha nya di di bidang ternak ayam pedaging justru malah masuk dalam daftar penerima bantuan sosial yakni di desil dua dan anak nya yang mendapat kan PIP dan bantuan beras dan minyak.
Dua sisi yang berbeda fakta ini, memperkuat dugaan bahwa pendataan belum dilakukan secara menyeluruh, jujur, dan akurat. Warga berharap pihak pemerintah segera benar benar melakukan verifikasi ulang secara menyeluruh dan transparan. Sehingga bantuan sosial benar-benar tepat sasaran, sampai kepada yang benar-benar membutuhkan, dan tidak masuk ke mereka yang sebenarnya sudah mampu berdiri di atas kaki sendiri. Karena jika pendataan tidak tepat, maka keadilan sosial pun akan jauh dari harapan.
🖋️ Sumber: Publika Todays















