Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BeritaDaerahDPR RITrending

Percepat Penanganan Banjir Rob, Rizal Bawazier Kumpulkan Camat dan Lurah se-Kota Pekalongan Bahas Optimalisasi Pompa Air

44
×

Percepat Penanganan Banjir Rob, Rizal Bawazier Kumpulkan Camat dan Lurah se-Kota Pekalongan Bahas Optimalisasi Pompa Air

Share this article

PEKALONGAN, Publikatodays.com – Persoalan banjir dan banjir rob yang telah lama menjadi permasalahan menahun dan meresahkan masyarakat Kota Pekalongan mendapat perhatian serius dari Anggota DPR RI Dapil Jawa Tengah X, Rizal Bawazier.

Sebagai bentuk komitmen nyata dalam mengurai persoalan tersebut, Rizal Bawazier bergerak cepat dengan menginisiasi rapat koordinasi lintas wilayah yang menghadirkan seluruh camat dan lurah se-Kota Pekalongan.

Example 300x600

Agenda utama dalam pertemuan penting tersebut adalah merumuskan strategi percepatan penanganan banjir melalui optimalisasi dan pemaksimalan fungsi pompa air yang tersebar di berbagai titik rawan genangan, khususnya di kawasan pesisir Kota Batik.

Rapat koordinasi yang berlangsung dalam suasana hangat, cair, dan dialogis itu menjadi ruang terbuka bagi para camat dan lurah untuk menyampaikan kondisi faktual yang terjadi di wilayah masing-masing.

Secara bergantian, mereka membeberkan berbagai tantangan di lapangan, mulai dari masih adanya titik genangan yang belum tersentuh penanganan, pompa air eksisting yang kapasitasnya belum memadai dan kerap mengalami kendala operasional, hingga persoalan drainase yang dangkal, pintu air yang tidak berfungsi optimal, serta tanggul yang membutuhkan perbaikan segera.

Seluruh masukan tersebut dicatat secara detail sebagai bahan pemetaan kebutuhan yang komprehensif.

Menanggapi hal itu, Rizal Bawazier menegaskan bahwa penanganan banjir dan rob di Kota Pekalongan tidak bisa dilakukan secara setengah-setengah dan tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi yang kuat dan sinergi yang berkelanjutan dari hulu ke hilir, mulai dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kota Pekalongan, hingga camat dan lurah sebagai garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan warga.

“Ini bukan lagi persoalan banjir biasa. Ini sudah menjadi persoalan kehidupan sehari-hari warga. Setiap hari masyarakat harus berhadapan dengan air rob yang masuk ke permukiman, jalan tergenang, aktivitas lumpuh, usaha warga merugi, dan anak-anak kesulitan berangkat sekolah. Kita tidak boleh hanya berhenti di tataran diskusi. Yang dibutuhkan masyarakat hari ini adalah aksi nyata, solusi konkret, dan kerja kolektif. Pastikan semua pompa yang ada hidup dan berfungsi saat dibutuhkan, jangan sampai pompa ada tapi tidak bisa dioperasionalkan ketika air pasang dan hujan tinggi,” ujar Rizal Bawazier dengan tegas.

Ia juga menekankan bahwa pertemuan ini harus menghasilkan langkah tindak lanjut yang jelas, bukan sekadar menjadi forum serap aspirasi yang berhenti tanpa eksekusi.

Dalam forum tersebut, setidaknya ada empat poin krusial yang menjadi kesepakatan bersama untuk segera ditindaklanjuti di lapangan, yaitu:

1. Melakukan audit dan evaluasi total terhadap seluruh pompa air yang ada di Kota Pekalongan, baik dari sisi kondisi mesin, daya hisap, maupun sumber daya operator.

2. Mendata ulang dan menginventarisasi kebutuhan mendesak penambahan unit pompa baru di wilayah-wilayah blank spot yang selama ini belum ter-cover.

3. Mendorong percepatan perbaikan dan revitalisasi infrastruktur pendukung pengendalian banjir, seperti normalisasi drainase, perbaikan pintu air, penguatan tanggul, dan peninggian jalan di titik langganan rob.

4. Membangun sistem komunikasi dan koordinasi tanggap darurat yang cepat dan terintegrasi antar kecamatan dan kelurahan, terutama ketika terjadi cuaca ekstrem, curah hujan tinggi yang bersamaan dengan pasang air laut.

Lebih lanjut, Rizal Bawazier yang membawahi wilayah Dapil Jateng X meliputi Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Batang, dan Kabupaten Pemalang ini memastikan dirinya akan berada di barisan terdepan untuk mengawal aspirasi ini hingga ke tingkat pusat.

Ia berkomitmen untuk membawa seluruh hasil inventarisasi kebutuhan di Kota Pekalongan ke kementerian terkait, baik Kementerian PUPR, BNPB, maupun kementerian dan lembaga lain yang memiliki kewenangan dalam penanganan banjir dan rob.

“Ini menjadi tanggung jawab moral saya sebagai wakil rakyat Pantura. Semua keluhan, semua kebutuhan yang disampaikan para camat dan lurah hari ini akan saya kawal dan perjuangkan di pusat. Kita akan dorong agar ada dukungan anggaran, dukungan alat, dan dukungan program yang lebih besar dan lebih tepat sasaran untuk Kota Pekalongan,” pungkasnya.

Melalui forum koordinasi yang solid ini, diharapkan terbangun sebuah gerakan bersama yang lebih terstruktur, sistematis, dan berkelanjutan dalam menyelesaikan persoalan banjir rob yang sudah berlangsung puluhan tahun. Dengan pompa air yang optimal dan infrastruktur yang memadai, diharapkan masyarakat Kota Pekalongan dapat segera terbebas dari bayang-bayang banjir dan kembali menjalani aktivitas dengan aman, nyaman, dan penuh kepastian.

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *