PEKALONGAN, Publikatodays.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) yang juga dikenal sebagai tokoh masyarakat di wilayah Pantura Barat, Rizal Bawazier, menyerukan ajakan terbuka kepada seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat solidaritas sosial melalui gerakan berbagi kebaikan.
Seruan tersebut secara khusus ditujukan kepada masyarakat yang memiliki kelebihan rezeki di tiga daerah di wilayah eks-Karesidenan Pekalongan, yakni Kabupaten dan Kota Pekalongan, Kabupaten Pemalang, serta Kabupaten Batang.
Dalam pernyataannya, Rizal menekankan bahwa kepedulian sosial tidak boleh menjadi gerakan yang eksklusif atau terbatas pada kelompok tertentu. Ia mendorong agar gerakan kebajikan ini menjadi gerakan yang inklusif, merangkul semua elemen, tanpa melihat sekat suku, agama, latar belakang ekonomi, maupun status sosial.
“Gerakan berbagi ini harus menjadi milik semua orang. Siapapun yang punya kemampuan lebih, sekecil apapun itu, mari kita bergerak bersama untuk saling membantu tetangga dan lingkungan sekitar kita,” ungkap Rizal Bawazier.
Dua Momentum Kebaikan: Jumat Barokah dan Minggu Berkah
Untuk memberikan wadah yang relevan bagi seluruh umat beragama, Rizal Bawazier menggagas dua momentum kebaikan yang berjalan beriringan.
Bagi masyarakat Muslim, ia mengajak untuk menghidupkan kembali dan memaksimalkan tradisi berbagi di hari Jumat melalui program bertajuk “Jumat Barokah”. Menurutnya, hari Jumat merupakan hari yang penuh kemuliaan dan sangat tepat untuk menebar keberkahan dengan bersedekah, membagikan makanan, atau membantu warga yang membutuhkan di sekitar masjid, musala, maupun lingkungan tempat tinggal.
Sementara itu, sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman dan semangat toleransi, Rizal juga menginisiasi program “Minggu Berkah” yang diperuntukkan bagi saudara-saudara non-Muslim. Program ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi umat non-Muslim untuk mengaktualisasikan nilai-nilai kasih dan kepedulian pada hari ibadah mereka.
Dengan adanya dua program ini, Rizal ingin menegaskan bahwa nilai kebaikan bersifat universal. Semangat untuk membantu sesama tidak mengenal batas agama, melainkan menjadi panggilan kemanusiaan bersama.
Tekankan Keikhlasan, Bukan Besaran Nominal
Dalam imbauannya, politisi yang dikenal dekat dengan masyarakat akar rumput tersebut juga memberikan penekanan penting terkait esensi dari berbagi. Ia menegaskan bahwa gerakan ini tidak diukur dari besar kecilnya materi yang diberikan.
Inisiatif ini lebih mengutamakan keikhlasan hati dan keberlanjutan atau konsistensi dari para donatur. Bahkan bantuan dalam skala kecil yang dilakukan secara rutin diyakini akan memberikan dampak yang jauh lebih besar dibandingkan bantuan besar yang hanya dilakukan sesekali.
“Berapapun besarnya, seikhlasnya, dan lakukan di tempat masing-masing,” ujar Rizal Bawazier menegaskan prinsip utama gerakan tersebut.
Ia meminta agar masyarakat memulai gerakan berbagi dari lingkungan terdekat. Tidak perlu jauh-jauh, cukup dengan memperhatikan tetangga kanan-kiri, warga satu RT/RW, atau warga satu desa yang memang membutuhkan uluran tangan.
Harapan untuk Kedamaian dan Keberkahan Wilayah
Lebih jauh, Rizal Bawazier menilai bahwa aksi-aksi kebaikan sederhana yang jika dilakukan secara serentak, masif, dan kolektif oleh ribuan warga di Pekalongan, Pemalang, dan Batang akan menciptakan efek domino yang luar biasa.
Selain membantu meringankan beban ekonomi warga yang kurang mampu, gerakan ini juga akan mempererat tali silaturahmi, memperkuat kerukunan antarumat beragama, dan menjaga keharmonisan sosial di tengah masyarakat.
Kondisi sosial yang harmonis tersebut, pada akhirnya akan menciptakan suasana daerah yang aman, damai, dan kondusif untuk pembangunan.
Di akhir pernyataannya, Rizal Bawazier memanjatkan doa dan harapan tulus agar seluruh wilayah di eks-Karesidenan Pekalongan, khususnya Pekalongan, Pemalang, dan Batang, senantiasa diberikan keberkahan, dijauhkan dari segala marabahaya, dan selalu dilimpahi kedamaian serta kesejahteraan bagi seluruh warganya.















