Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BeritaDaerah

Sirajudin Nur: Pembangunan Batam Harus Sejalan dengan Daya Dukung Lingkungan

76
×

Sirajudin Nur: Pembangunan Batam Harus Sejalan dengan Daya Dukung Lingkungan

Share this article

Batam, publikatodays.com- Penanaman 400 Bambu Betung di kawasan Bendungan Sei Nongsa diapresiasi Sirajudin Nur sebagai langkah positif menjaga lingkungan. Namun, ia mengingatkan agar gerakan penghijauan tidak berhenti pada kegiatan menanam pohon, sementara di sisi lain pembangunan terus mengurangi tutupan vegetasi, bukit dan kawasan resapan air di Batam.

“Menanam pohon tentu baik. Tetapi jangan sampai kita menanam pohon di satu tempat, sementara bukit dan vegetasi di tempat lain terus dihabisi untuk pembangunan,” kata Sirajudin Nur, minggu 09/08/2026

Menurut mantan anggota DPRD Kepulauan Riau dua periode itu, persoalan lingkungan Batam harus dilihat secara menyeluruh. Penanaman kembali pohon tidak serta-merta dapat menggantikan fungsi ekologis vegetasi alami dan bentang alam yang telah berubah.

“Jangan hanya berpikir bagaimana mengganti pohon yang ditebang. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita mencegah fungsi ekologis yang sudah ada dan kemudian hilang.”ujarnya ke awak media publikatodays.com

Ia menjelaskan, bukit dan vegetasi memiliki fungsi penting dalam sistem tata air. Tutupan vegetasi membantu memperlambat aliran air hujan, meningkatkan penyerapan air ke dalam tanah, mengurangi erosi dan menjaga keseimbangan kawasan tangkapan air.

Karena itu, Sirajudin meminta setiap rencana pembangunan kawasan didahului kajian yang serius mengenai daya dukung dan daya tampung lingkungan, termasuk dampaknya terhadap sumber air.

“Jangan sampai kawasan dibuka, bukit diratakan, pohon ditebang, baru setelah itu kita bertanya dari mana air bakunya dan bagaimana dampaknya terhadap banjir,” katanya.

Jangan Tunggu Krisis Air

Sirajudin mengingatkan bahwa persoalan air merupakan salah satu tantangan strategis Batam sebagai wilayah kepulauan. Karena itu, pembangunan harus mempertimbangkan keberlanjutan sumber air dalam jangka panjang.

Menurutnya, pemerintah perlu memastikan daerah tangkapan air dan kawasan resapan tetap terlindungi. Pengembangan kawasan juga harus menyisakan ruang hijau dan vegetasi yang memadai sejak tahap perencanaan.

“Ruang hijau jangan dianggap sebagai sisa lahan setelah bangunan selesai. Fungsi ekologis harus menjadi bagian dari desain pembangunan sejak awal,” tegasnya.

Ia juga meminta pemerintah tidak hanya melihat dampak lingkungan berdasarkan satu proyek.

“Kalau satu kawasan dibuka, mungkin dampaknya kecil. Tetapi kalau perubahan yang sama terjadi di puluhan atau ratusan kawasan, dampak kumulatifnya bisa sangat besar,” katanya.

Dampaknya, lanjut Sirajudin, dapat berupa meningkatnya limpasan air hujan, risiko banjir dan erosi, sedimentasi, serta berkurangnya kemampuan kawasan dalam menjaga siklus air.

“Saya tidak anti-investasi dan tidak anti-pembangunan. Tetapi investasi yang baik bukan hanya menghasilkan bangunan dan pertumbuhan ekonomi hari ini. Investasi yang baik juga memastikan Batam tetap layak dihuni 20, 30 bahkan ratusan tahun ke depan,” ujarnya.

Ia mendorong pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kawasan-kawasan pembangunan di Batam, terutama yang memiliki keterkaitan dengan daerah tangkapan air, bukit, kawasan resapan dan sumber air baku.

“Jangan sampai kita berhasil membangun Batam secara fisik, tetapi kehilangan fondasi ekologis yang membuat Batam bisa bertahan,” katanya.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan Batam pada akhirnya tidak hanya diukur dari besarnya investasi yang masuk.

“Ukuran keberhasilan pembangunan Batam bukan hanya berapa banyak investasi yang masuk, tetapi juga berapa lama sumber air kita mampu bertahan dan apakah generasi berikutnya masih mendapatkan Batam yang layak dihuni,” pungkas Sirajudin

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita

Batam, publikatodays.com— Peredaran rokok merek Lenox di sejumlah…