Pemalang, Publikatodays.com — Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Widuri, Kabupaten Pemalang, menuai kritik tajam dari para orang tua murid. Standar kebersihan dan gizi di dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat dinilai jauh dari kriteria layak.
Di SPPG Widuri 2, warga mengeluhkan minimnya komposisi protein hewani, kesegaran bahan baku yang meremehkan, hingga ditemukannya benda asing berupa tusuk gigi di dalam wadah makanan anak-anak.
Sementara di SPPG Widuri 1, orang tua murid tingkat lanjut Taman Kanak-Kanak (TK) mengeluhkan sajian berbahan cabai yang berbahaya bagi pencernaan anak usia dini.
Pemerhati sosial sekaligus Plt Ketua Karang Taruna Kabupaten Pemalang, Hamu Fauzi, menyayangkan lemahnya pengawasan program prioritas ini. Ia menduga salah satu dapur pengelola merupakan milik oknum anggota DPRD Pemalang dari Fraksi PDI Perjuangan.
Menurutnya, hal itu bertentangan dengan instruksi DPP PDI Perjuangan yang melarang kadernya terlibat dalam bisnis atau kepengurusan program MBG.
”Setahu saya SPPG tersebut milik oknum anggota DPRD Pemalang dari PDIP. Ini perlu dicek bersama, karena jelas tidak selaras dengan instruksi DPP yang melarang kader terlibat program MBG,” ujar Hamu.
Hamu juga memertanyakan kinerja Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Pemalang yang dipimpin oleh Wakil Bupati.
Ia menilai fungsi pengawasan lapangan pasca-libur sekolah hampir tidak berjalan, padahal keluhan terkait kualitas menu, sanitasi, sarana prasarana, hingga dugaan mark-up anggaran dan ketidaksesuaian jam kerja relawan sudah masuk dari berbagai kecamatan.
Atas berbagai temuan tersebut, Hamu mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap pengelola dapur MBG di Pemalang.
”Jika pembiaran ini terus berlanjut, akhir bulan kami siap mendesak Kejaksaan dan Ketua Satgas untuk mengambil tindakan tegas,” tutupnya.
Hingga berita ini diterbitkan, tim redaksi masih berupaya mengonfirmasi pengelola SPPG Widuri serta oknum anggota DPRD terkait guna memenuhi prinsip keberimbangan berita (mencakup kedua belah pihak).















