Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
DaerahKesehatan

Kandang Ayam di Wanakerta Cibatu Garut Tuai Protes Warga, Bau Menyengat Sampai Lalat Berkerumun. Pemdes Bantah Adanya Pengakuan Laporan Dan Musyawarah

35
×

Kandang Ayam di Wanakerta Cibatu Garut Tuai Protes Warga, Bau Menyengat Sampai Lalat Berkerumun. Pemdes Bantah Adanya Pengakuan Laporan Dan Musyawarah

Share this article

Publika Todays.com|Garut— Warga Kampung Sukarapih, RT 02/RW 04, Desa Wanakerta, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, melontarkan protes keras terkait keberadaan kandang ayam yang berada sangat berdampingan dengan pemukiman warga. Kandang tersebut hanya berjarak sekitar 2 meter dari batas rumah warga, sehingga menimbulkan bau yang menyengat dan serangan lalat yang mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar.

 

Example 300x600

” Teu kang te aya nu merhatiken padahal tos perjanjian bade ngalih tos di pasihan 2 thn supaya ngalih dugi ayena te aya paribasa. kumaha kang bingung lapor rt rw desa te aya nu sumping narosken kanu caket kandang hayam kos abi, te aya pisan”, keluh salah satu warga.

 

Keluhan warga semakin memuncak karena bau kotoran ayam yang sangat tajam dan tak tertahankan, terutama saat musim hujan hingga mengundang jumlah lalat yang berkerumun membuat warga jengkel dalam beraktivitas di luar rumah, bahkan sampai masuk ke dalam rumah jika ada yang melakukan aktipitas seperti memasak dan mengganggu kebersihan makanan keluarga.

 

Menurut keterangan dari warga lain sekitar kandang ayam tersebut di katakan ada dua kandang, dan kedua nya berada di lokasi yang sama, ” kan ini ada dua pak, nah kalo disana menempel dengan kamar milik pak Uyu, kalo musim hujan pak lalat itu banyak sekali,  masuk kerumah kalo ada yang menggoreng ikan asin, sangat menyengat bau nya pak”, ucap warga yang enggan disebut namanya, kamis (20/8/2026).

 

Adapun warga yang sangat berdamping dengan kandang melontarkan hal yang sama tentang ada nya kandang ayam tersebut, ” Janten kapungkur teh pan sareng wargi da ari manawiteh bade ngadamel naon kitu, te uninga kango hayam aya lima tahun mah langkung, tah Ie mah nu raina, itu mah nurakana, alah bau na pak, etateh caket pisan kana bumi pun anak, tipayun ge kantos demo pak, tah uken widi sataun dei, tapi dugi kaayena kalah tos dua taun”, tandas nya.

Saat dikonfirmasi secara terpisah di kediamannya, pemilik kandang menyatakan kandang tersebut akan segera ditutup dan beralih ke usaha di bidang MBG di pinggir rumah nya. “Timana keluhana kang, masyarakat anu mana, tipengker saha. Kamari saum nya pan sadayana atos ngariung di desa, bade urusanmah ka Wanakerta we ka desa, atos bade di tutup, kadesa we,” tandas pemilik kandang.

Namun pernyataan itu langsung dibantah oleh warga yang selama ini merasa terganggu. Warga menegaskan tidak pernah ada pembicaraan maupun kesepakatan terkait penutupan kandang tersebut. “Te uninga pak, teaya obrolan naon naon pak,” ungkap warga singkat dan tegas.

 

Dalam hal ini, awak media melakukan kunjungan kepada pemerintah desa Wanakerta dan meminta untuk bertemu kasi kesra, namun menurut informasi dari kasi pelayana kasi kesra sudah mengundurkan diri, adapun sekdes berstatus sama sudah melakukan pengunduran diri, dan pada akhir nya awak media melakukan wawancara kepada kaur keuangan, namun kaur keuangan tidak memberikan 8angapan apa-apa karena mengaku baru melakukan pekerjaan man akhir nya wawancara di lakukan kepada kasi pemerintahan.

 

Dalam hal ini timbul bantahan juga datang dari Pemerintah Desa Wanakerta. kasi Pemerintahan Adi Wiguna,  menyebut kan tidak tau menau tentang adanya  permasalahan yang sudah dimusyawarahkan di desa terkait keluhan bau yang datang dari dari kandang ayam di kampung Cirapih, Bahkan, pihaknya mengaku belum mengetahui apa pun terkait masalah tersebut baik itu laporan dari dua belah pihak (pemilik kandang dan warga)sebelum diinformasikan oleh awak media saat ini.

 

“Kebetulan saya kan baru dengar sekarang karena memang tidak ada yang mengeluh atau laporan terkait kandang di sukarapih, kan seharus nya lapor dulu ke rt rw setempat teras ka desa langsung ke kecamatan terus kita kontrol kelokasi, sejauh ini tidak ada laporan pak permasalahan itu. Kalo ada mungkin akan di tindak lanjut pak” ungkap nya, kamis (20-08-2026).

Pernyataan pemilik kandang ayam yang berada di Kampung Sukarapih, RT 02/RW 04, Desa Wanakerta, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, justru memunculkan fakta baru yang saling bertentangan. Di satu sisi pemilik kandang mengklaim kandang akan segera ditutup dan beralih ke usaha program Makan Bergizi Gratis (MBG), namun di sisi lain warga dan pihak pemerintah desa membantah pernyataan tersebut.

 

Dengan adanya pernyataan yang saling bertentangan ini, warga berharap pemerintah terkait (DLHKP dan Pemdes) dapat segera memediasi dan menyelesaikan persoalan kandang ayam yang berjarak hanya 2 meter dari pemukiman warga tersebut secara transparan dan adil, agar tidak menimbulkan kesalah pahaman baru di tengah masyarakat.

 

 

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *