Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BeritaDaerah

Amsakar Tanamkan “Rasa Ber-Kita”, Pemko Batam dan BP Batam Diminta Bergerak Tanpa Ego Sektoral

5
×

Amsakar Tanamkan “Rasa Ber-Kita”, Pemko Batam dan BP Batam Diminta Bergerak Tanpa Ego Sektoral

Share this article

Batam,publikatodays.com— Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa Pemko Batam dan BP Batam harus membangun satu rasa memiliki terhadap Batam. Dua institusi yang memiliki kewenangan berbeda tersebut diminta tidak berjalan sendiri-sendiri, apalagi terjebak dalam ego sektoral.

Pesan itu disampaikan Amsakar saat memimpin apel gabungan jajaran Pemerintah Kota Batam dan BP Batam.

Example 300x600

Menurut Amsakar, keberadaan Pemko Batam dan BP Batam seharusnya menjadi kekuatan besar dalam mempercepat pembangunan. Perbedaan kewenangan bukan alasan untuk menciptakan sekat, melainkan harus menjadi dasar untuk memperkuat kolaborasi.

Ia memperkenalkan semangat tersebut sebagai “rasa Ber-Kita”, yakni cara pandang bahwa seluruh jajaran pemerintahan memiliki tanggung jawab bersama terhadap masa depan Batam.

“Jangan ada ego sektoral. Jangan merasa yang satu lebih hebat dan yang lain lebih rendah, atau sebaliknya. Kita harus melihat Batam sebagai rumah besar kita semua,” tegas Amsakar.

Ia menekankan, sinergi tidak boleh berhenti pada level pimpinan. Semangat kebersamaan harus tumbuh hingga jajaran paling bawah agar setiap persoalan pemerintahan dapat ditangani sebagai persoalan bersama.

Amsakar bahkan menggambarkan pentingnya membangun rasa kebersamaan tersebut dengan prinsip sederhana: ketika satu bagian mengalami persoalan, bagian lainnya harus ikut merasakan dan membantu menyelesaikannya.

“Kalau satu bagian sakit, bagian yang lain juga harus merasa sakit. Jangan ketika ada persoalan di satu bagian, yang lain justru bertepuk tangan. Rasa kita harus dibangun,” ujarnya.

Selain soal sinergi kelembagaan, Amsakar mengingatkan seluruh jajaran agar tidak lengah menghadapi penghujung tahun. Setiap organisasi perangkat daerah maupun unit kerja diminta melakukan monitoring secara langsung terhadap program dan kegiatan yang sedang berjalan.

Menurutnya, pengawasan tidak cukup hanya dilakukan melalui laporan administratif. Pimpinan dan aparatur harus turun ke lapangan untuk memastikan pekerjaan benar-benar berjalan sesuai target.

“Lakukan monitoring ke lapangan, lakukan kontrol, lihat apa persoalannya. Jangan sampai di akhir tahun baru diketahui pencapaiannya ternyata hanya sekian persen,” katanya.

Terhadap pekerjaan yang telah direncanakan dan masuk dalam kontrak, Amsakar meminta seluruh pihak mengawalnya secara serius. Ia tidak ingin pekerjaan yang seharusnya memberikan manfaat kepada masyarakat justru tersendat atau tidak selesai karena lemahnya pengawasan.

Bagi Amsakar, keberhasilan pembangunan tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya anggaran. Yang jauh lebih penting adalah kemampuan pemerintah memastikan setiap rupiah anggaran diterjemahkan menjadi program yang berjalan dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Karena itu, rasa memiliki terhadap institusi harus dibarengi dengan rasa tanggung jawab terhadap hasil kerja.

Dalam arahannya, Amsakar juga mengingatkan seluruh aparatur untuk semakin berhati-hati menjalankan tugas di tengah keterbukaan informasi publik. Setiap tindakan aparatur berpotensi menjadi perhatian masyarakat dan dapat memengaruhi citra institusi.

Ia menilai integritas institusi tidak dapat dipisahkan dari integritas setiap individu yang berada di dalamnya.

Di sisi lain, jajaran komunikasi pemerintah diminta memperkuat kolaborasi dalam menyampaikan informasi kepada publik. Menurut Amsakar, informasi yang tidak utuh berpotensi menimbulkan persepsi berbeda bahkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Ia mengakui kritik merupakan bagian penting dalam kehidupan pemerintahan. Kritik, kata dia, dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus kontrol terhadap kinerja pemerintah.

Namun, kritik harus dibangun di atas informasi yang benar, lengkap, dan berimbang.

“Kritik itu penting supaya ada informasi yang berimbang. Tetapi kalau berbicara tidak benar, itu yang menyakitkan,” katanya.

Karena itu, Amsakar mendorong jajaran terkait untuk lebih aktif duduk bersama dan memperkuat penyampaian informasi melalui kanal resmi pemerintah. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menerima informasi dalam bentuk potongan-potongan yang berpotensi menimbulkan persepsi keliru.

Di penghujung arahannya, Amsakar kembali menekankan bahwa semangat “Ber-Kita” tidak boleh berhenti sebagai slogan. Kebersamaan antara Pemko Batam dan BP Batam harus diwujudkan melalui kerja nyata, koordinasi, pengawasan, dan tanggung jawab bersama.

Ia meyakini, ketika seluruh aparatur bergerak dalam satu irama dan menempatkan kepentingan Batam di atas ego sektoral, capaian pembangunan akan semakin besar.

Bagi Amsakar, kepercayaan masyarakat harus dijawab dengan kinerja yang terukur dan hasil yang nyata.

“Cara kita membalas kepercayaan itu adalah dengan bekerja optimal dan mempersembahkan kerja keras,” pungkasnya.

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *