Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Berita

Kabut Asap dan Abu Vulkanik Jadi Perhatian, GHLHI Kepri Imbau Warga Gunakan Masker

3
×

Kabut Asap dan Abu Vulkanik Jadi Perhatian, GHLHI Kepri Imbau Warga Gunakan Masker

Share this article

BATAM, publikatodays.com— Kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah Kepulauan Riau (Kepri) menjadi perhatian menyusul masuknya sebaran asap dari wilayah Sumatera serta meningkatnya kewaspadaan terhadap dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat konsentrasi partikulat halus PM2.5 di Batam mencapai 44,9 µg/m³ pada 6 September 2026 pukul 12.00 WIB, yang berada dalam kategori Sedang. PM2.5 merupakan partikel berukuran sangat kecil yang dapat terhirup hingga ke bagian dalam sistem pernapasan.

Example 300x600

Sebelumnya, konsentrasi PM2.5 Batam bahkan sempat mencapai 69,9 µg/m³ dan masuk kategori tidak sehat. Kondisi tersebut terjadi bersamaan dengan terdeteksinya sebaran asap dari wilayah Sumatera yang bergerak memasuki Kepulauan Riau.

Di tengah kondisi tersebut, Gugus Hukum Lingkungan Hidup Indonesia (GHLHI) Kepulauan Riau mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh penurunan kualitas udara.

Ketua GHLHI Kepulauan Riau, Wisnu Hidayatullah, SE, meminta masyarakat yang melakukan aktivitas di luar ruangan untuk menggunakan masker sebagai langkah perlindungan terhadap paparan partikulat di udara.

«“Kami mengimbau masyarakat Kepulauan Riau yang sedang beraktivitas di luar ruangan agar menggunakan masker. Ini merupakan langkah pencegahan untuk mengurangi risiko menghirup partikel-partikel kecil yang berada di udara,” ujar Wisnu.»

Menurutnya, masyarakat tidak perlu panik, namun kewaspadaan tetap harus ditingkatkan. Aktivitas di luar ruangan yang tidak mendesak sebaiknya dikurangi ketika kualitas udara mengalami penurunan.

“Jangan menunggu sampai kondisi udara semakin buruk baru mengambil tindakan. Gunakan masker, kurangi aktivitas berat di luar ruangan dan terus pantau informasi resmi mengenai kualitas udara,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris GHLHI Kepulauan Riau, Mitra Juliastama, menekankan pentingnya perhatian khusus terhadap kelompok masyarakat yang lebih rentan terhadap paparan polusi udara.

«“Kondisi seperti ini harus menjadi perhatian bersama. Anak-anak, lansia dan masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan perlu lebih berhati-hati ketika kualitas udara menurun. Jika tidak ada keperluan mendesak, aktivitas di luar ruangan sebaiknya dibatasi,” ujar Mitra.»

Mitra juga meminta masyarakat tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi mengenai sumber pencemaran udara.

Menurutnya, kondisi udara Kepri harus dilihat berdasarkan data dan pemantauan lembaga berwenang, terutama BMKG serta instansi terkait lainnya.

“Kita harus membedakan antara kabut asap dan abu vulkanik. Masyarakat membutuhkan informasi yang akurat agar tidak panik. Tetapi apa pun sumber partikelnya, ketika kualitas udara menurun, langkah perlindungan seperti menggunakan masker tetap penting,” tegas Mitra.

Kewaspadaan terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau sendiri meningkat setelah BMKG mendeteksi sebaran abu vulkanik akibat erupsi. Sebaran tersebut dilaporkan berdampak terhadap sejumlah wilayah dan turut mengganggu aktivitas penerbangan.

Namun demikian, kondisi tersebut tidak serta-merta berarti seluruh partikulat yang terukur di Kepri berasal dari Gunung Anak Krakatau. Data mengenai kualitas udara dan sumber partikulat harus tetap mengacu pada hasil pemantauan serta analisis resmi pihak berwenang.

GHLHI Kepri juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan meningkatkan kepedulian terhadap persoalan kualitas udara.

Wisnu menambahkan, selain menjaga kesehatan, masyarakat juga diminta tetap tenang dan tidak memperkeruh situasi dengan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

«“Kita berharap kondisi ini segera berlalu. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk berdoa agar daerah-daerah yang terdampak langsung oleh erupsi dan bencana dapat segera pulih, masyarakat diberikan keselamatan, dan musibah ini cepat berakhir,” kata Wisnu.»

Senada dengan itu, Mitra mengajak masyarakat Kepri untuk menunjukkan solidaritas terhadap warga di wilayah yang terdampak langsung.

«“Yang kita harapkan bukan hanya kondisi udara kembali normal, tetapi masyarakat yang terdampak langsung juga segera mendapatkan pemulihan. Mari kita sama-sama menjaga kesehatan, mengikuti informasi resmi dan mendoakan agar kondisi segera membaik,” pungkasnya.»

Di tengah kondisi udara yang berubah dan ancaman sebaran partikulat, kewaspadaan menjadi langkah paling sederhana yang dapat dilakukan masyarakat: gunakan masker saat beraktivitas di luar, batasi aktivitas berat di ruang terbuka, dan pantau informasi resmi sebelum beraktivitas.

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *