Latihan Koopsudnas Tahun Anggaran 2026 itu mengusung tema “Koopsudnas Beserta Satuan Jajarannya Siap Melaksanakan Operasi Penegakan Hukum dan Pengamanan Ruang Udara (Opsgakkumpamrud) Wilayah Kodau I Dalam Rangka Mendukung Tugas Pokok TNI AU.”
Dalam simulasi tersebut diperagakan skenario penanganan secara cepat dan terpadu terhadap sebuah pesawat asing yang melakukan pelanggaran wilayah udara Indonesia hingga kemudian dipaksa mendarat (force down) oleh alat utama sistem senjata (alutsista) TNI AU.
Menurut Amsakar, latihan semacam ini menunjukkan pentingnya kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi berbagai kemungkinan yang berkaitan dengan keamanan ruang udara.
“Batam berada di jalur perlintasan internasional yang sangat krusial. Kehadiran dan kesiapsiagaan prajurit TNI AU melalui latihan force down ini memberikan rasa aman, tidak hanya bagi kedaulatan negara, tetapi juga bagi iklim investasi dan aktivitas perekonomian di Kota Batam,” ujar Amsakar.
Ia menilai kondisi keamanan dan stabilitas wilayah merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung aktivitas masyarakat, dunia usaha serta investasi di Batam.
Amsakar juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Batam siap memperkuat sinergi dengan TNI AU serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam mendukung penegakan hukum dan pengamanan ruang udara.
“Sinergi antara pemerintah daerah, otoritas bandara, dan TNI AU sangat mutlak. Kami di Pemko Batam berkomitmen penuh mendukung kebutuhan koordinasi teknis maupun operasional di lapangan demi menjaga Batam tetap kondusif,” katanya.
Latihan tersebut turut melibatkan koordinasi lintas instansi, mulai dari unsur TNI AU hingga pengelola Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan setiap prosedur penanganan pasca-force down dapat dilaksanakan secara cepat, terpadu dan sesuai dengan ketentuan hukum serta prosedur yang berlaku.
Bagi Batam sebagai wilayah yang memiliki posisi strategis di jalur perlintasan internasional, kesiapsiagaan pengamanan ruang udara menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan wilayah sekaligus mendukung keberlangsungan aktivitas penerbangan, perekonomian dan investasi.
Latihan Koopsudnas tersebut sekaligus menjadi gambaran bagaimana koordinasi antarlembaga diperlukan ketika terjadi dugaan pelanggaran wilayah udara, sehingga setiap tindakan dapat dilakukan melalui prosedur yang terukur dan sesuai kewenangan masing-masing.















