Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Pendidikan

Selain Data PIP Janggal, Kepsek SDN 3 Cisarua Dituding Tahan Buku PIP, Kepsek Bantah, ” Bukan Ditahan Tapi Titip”

16
×

Selain Data PIP Janggal, Kepsek SDN 3 Cisarua Dituding Tahan Buku PIP, Kepsek Bantah, ” Bukan Ditahan Tapi Titip”

Share this article

Publika Todays.com|Garut— Sejumlah orang tua siswa di SDN 3 Cisarua, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, melayangkan keluhan terkait dugaan penyimpanan buku rekening dan kartu ATM milik anak-anak mereka, yang merupakan sarana pencairan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP). Selain itu, muncul juga dugaan adanya perbedaan signifikan pada data jumlah penerima bantuan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

 

Example 300x600

Menurut keterangan salah satu orang tua siswa, pencairan dana PIP dilakukan di Bank, Pihak bank sebelumnya berpesan agar buku rekening dan ATM dipegang langsung orang tua siswa masing-masing, bukan diserahkan ke pihak sekolah. Namun, setelah pencairan orang tua siswa mengatakan kepala sekolah  meminta buku rekening dan ATM tersebut agar di serahkamd waktu di dalam mobil di kampung Cicau, serta meminta uang sebesar Rp50.000, sehingga yang diterima orang tua hanya Rp400 ribu.

“Awalnya kan dicairkan di Bank pak, di Cicau. Kata pihak bank agar tidak diberikan ke pihak sekolah, harus dipegang sama siswa masing-masing. Nah pas di mobil diambil kepala sekolah, terus masing-masing diminta 50 ribu, jadi keterimanya 400 ribu pak,” ungkap salah satu orang tua tersebut, rabu (08/09/2026).

 

Menanggapi keluhan tersebut, awak media melakukan kunjungan ke sekolah untuk di lakukan wawancara namun operator dan kepsek lagi giat sekolah di luar, selain itu Kepala SDN 3 Cisarua, Sumarna, memberikan penjelasan saat dikonfirmasi melalui Whas Ap, Ia membantah menahan buku rekening dan ATM siswa, dan menyatakan bahwa buku dan ATM tersebut adalah hak orang tua dan siswa.

“Jadi begini pak, yang dikumpulkan itu sudah pengambilan oleh para orang tua. Kalau terkait penahanan buku PIP, saya tidak pernah menahan, itu hak orang tua. Malahan ada sejumlah orang tua yang nitip ke penjaga. Kalau sudah cair ya sudah. Jadi saya tidak pernah menahan pak,” tegas Sumarna.

Terkait pencairan yang dilakukan oleh pihaknya, Sumarna menjelaskan bahwa hal itu dilakukan atas permintaan orang tua karena kendala biaya transportasi ke bank.

“Nah kalau itu begini pak, kan ada 8 anak terus saya rapatkan, nah kan orang tua juga yang minta untuk dicairkan. Ma’lum lah kan ke bank gak bakalan cukup ongkos 50 ribu pak,” tambahnya.

Di sisi lain, muncul ketidak sesuaian data jumlah penerima PIP yang disampaikan operator sekolah, Asep, dengan data yang dimiliki awak media, untuk tahun 2024, 2025, dan 2026. Operator SDN 3 Cisarua, Asep, ketika dihubungi melalui WhatsApp, menyampaikan data:

Tahun 2024: 30 siswa

– Tahun 2025: 22 siswa

– Tahun 2026: 21 siswa

 

“Kalo 2024 itu 30 siswa, 2025 ada 22 dan tahun 2026 kemarin ada 21, nah kalo teknis pencairan saya hanya mengasih kan data pak, bahkan orang tua yang menyairkan”, tandas Asep.

 

Sementara data yang dimiliki awak media menunjukkan angka yang jauh berbeda:

Tahun 2024: 56 siswa

– Tahun 2025: 43 siswa

– Tahun 2026 (September): 33 siswa

Ketika ditanya mengenai perbedaan data tersebut, Kepala Sekolah Sumarna mengaku tidak mengetahui jumlah pastinya dan menyarankan agar langsung mengonfirmasi kepada operator sekolah.

“Saya tidak tahu tentang jumlahnya pak. Kalau data bisa dikonfirmasi dengan operator pak,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kejelasan resmi terkait perbedaan data penerima PIP tersebut. Awak media berharap instansi terkait, baik Dinas Pendidikan maupun pihak berwenang, dapat segera menelusuri dan mengklarifikasi ketidak sesuaian data serta dugaan penyimpanan dokumen dan pemotongan dana tersebut, demi menjamin transparansi dan akuntabilitas penyaluran bantuan bagi siswa yang membutuhkan.

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *