Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Advertorial

Batam Genjot Pembenahan Infrastruktur, 12 Ruas Jalan Rampung dan 29 Titik Banjir Ditangani

10
×

Batam Genjot Pembenahan Infrastruktur, 12 Ruas Jalan Rampung dan 29 Titik Banjir Ditangani

Share this article

Batam, publikatodays.com– Pemerintah Kota Batam bersama BP Batam terus mempercepat pembenahan infrastruktur sepanjang 2026. Sejumlah proyek perbaikan jalan dan penanganan titik rawan banjir dikebut guna meningkatkan konektivitas, kelancaran mobilitas, sekaligus kenyamanan masyarakat.

Di bawah kepemimpinan Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, pembangunan serta pembenahan infrastruktur menjadi salah satu fokus dalam mendukung penataan dan pengembangan Kota Batam.

Example 300x600

Untuk sektor jalan, tercatat 19 pekerjaan perbaikan yang ditangani. Dari jumlah tersebut, 12 pekerjaan telah rampung 100 persen.

Sejumlah ruas jalan yang telah selesai diperbaiki antara lain Jalan Gajah Mada di depan Southlink, ruas jalan di sekitar Jembatan Sei Ladi, Jalan Yos Sudarso di atas underpass, serta jalan di Kawasan Volex.

Sementara itu, sejumlah pekerjaan lainnya masih dalam proses pengerjaan. Di antaranya Jalan Gajah Mada segmen Southlink–UIB, overlay Jalan RE Martadinata, serta Jalan Tengku Sulung pada ruas Cikitsu–SMAN 3.

Beberapa pekerjaan juga telah memasuki tahap pengaspalan, termasuk Jalan Simpang Bengkong di kawasan Gogomart serta jalan di Kawasan Industri Simpang Taiwan.

Adapun pekerjaan lainnya segera memasuki tahap pelaksanaan, antara lain perbaikan jalan di Kawasan Industri CPO Kabil dan Kawasan Industri Batu Ampar.

Namun, masih terdapat pekerjaan yang menghadapi kendala teknis. Salah satunya perbaikan badan jalan beton menuju Sei Ladi yang kembali mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah.

29 Titik Rawan Banjir Jadi Prioritas

Tak hanya jalan, pembenahan infrastruktur juga diarahkan untuk mengatasi persoalan banjir yang masih menjadi perhatian di sejumlah wilayah Batam.

Sebanyak 29 titik rawan banjir menjadi sasaran penanganan melalui berbagai langkah, mulai dari peningkatan kapasitas drainase, pembangunan saluran dan bangunan pelintas, pemeliharaan hingga normalisasi saluran air.

Penanganan tersebut mencakup sejumlah kawasan, di antaranya Melcem Batu Ampar, Simpang Kabil, Cendana-KDA, Green Nongsa Batu Besar, Kampung Belian, Sei Binti, Sei Lekop, Tiban, Sagulung, serta sejumlah kawasan industri.

Percepatan pembangunan tersebut diharapkan tidak hanya mampu mengurangi genangan yang selama ini mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga memperlancar konektivitas antarkawasan.

Penguatan infrastruktur dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga daya saing Batam sebagai kawasan perdagangan, jasa, industri dan investasi.

Dengan perbaikan jalan yang terus dikebut serta penanganan titik-titik rawan banjir, pemerintah diharapkan mampu menghadirkan infrastruktur kota yang semakin aman, nyaman dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Pada saat yang sama, percepatan pembangunan infrastruktur juga menjadi salah satu faktor penting untuk menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif dan memperkuat posisi Batam sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah Kepulauan Riau.

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *