Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Pendidikan

Data Penerima Beasiswa Pancawaluya di SMAN 10 Garut Masih Misteri, 5 siswa Diduga Dobel terima PIP Dan Beasiswa

47
×

Data Penerima Beasiswa Pancawaluya di SMAN 10 Garut Masih Misteri, 5 siswa Diduga Dobel terima PIP Dan Beasiswa

Share this article

Publika Todays.com|Garut– Penyaluran Beasiswa Personal (Siswa/Siswi) Pancawaluya di SMAN 10 Garut hingga Kamis (21/10/2026) masih menjadi tanda tanya. Jumlah siswa penerima bantuan dari Pemprov Jabar tersebut terkesan ditutupi oleh pihak sekolah.

 

Menurut Tim Verifikasi dan Validasi SMAN 10 Garut, Eca, ada aturan ketat terkait penerimaan bantuan tersebut, dimana siswa tidak boleh menerima dua bantuan sekaligus.

 

“Instruksinya itu harus diambil salah satunya, yang dobel data itu lima orang, kita belum tahu ya pak, apakah dua-duanya diambil atau tidak. Kemarin dapat infonya PIP sama Pancawaluya tidak boleh ada nama yang sama,” tandas Eca, Selasa (20/10/2026).

 

Pernyataan tersebut mengindikasikan adanya 5 siswa di SMAN 10 Garut yang tercatat sebagai penerima dobel, baik PIP dari Kemendikbud maupun Beasiswa Pancawaluya dari Pemprov Jabar.

 

Namun saat awak media mempertanyakan jumlah pasti siswa yang terakomodir Pancawaluya, pihak kesiswaan, tim verifikasi, hingga Humas/Wakasek SMAN 10 Garut tidak bisa memberikan informasi ketika berada di lokasi sama.

 

Program Beasiswa Personal Pancawaluya sendiri merupakan program Pemprov Jabar senilai Rp 3,6 juta per siswa per tahun, yang disalurkan melalui rekening Bank BJB. Program ini menyasar 9.401 siswa SMA/SMK/SLB dari keluarga tidak mampu di Jabar berdasarkan SK Gubernur Jabar Nomor 422.5/Kep.777-Disdik/2025.

 

Upaya konfirmasi lanjutan melalui pesan WhatsApp kepada Wakasek berinisial Gn juga tidak membuahkan hasil. Hingga berita ini ditayangkan, yang bersangkutan belum memberikan data jumlah penerima.

 

Hal senada, Kepala SMAN 10 Garut juga tidak memberikan tanggapan saat dikonfirmasi via WhatsApp terkait transparansi data penerima.

 

Sikap tertutup ini menimbulkan pertanyaan publik. Apakah beasiswa tersebut benar-benar disalurkan? Apakah penerimanya sesuai kriteria keluarga tidak mampu? Dan apakah 5 siswa yang dobel tersebut sudah mengembalikan salah satu bantuannya?

 

Keterbukaan ini penting, mengingat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan temuan serius pada program serupa. BPK menemukan Rp 835,2 juta beasiswa Pancawaluya tidak tepat sasaran dan 232 siswa bermasalah yang tidak mencairkan bantuan.

 

Sesuai Juknis, penerima wajib dari keluarga ekonomi tidak mampu dan bantuan untuk kebutuhan personal seperti seragam, buku, transportasi, dan sepatu.

 

Awak media masih berupaya mendapatkan klarifikasi resmi dari KCD Pendidikan Wilayah XI Garut terkait pengawasan penyaluran di SMAN 10 Garut.

 

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *