Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BeritaDaerahPendidikan

Mengenang KH Syarif Hidayatullah (Mbah Surip): Teladan Kesederhanaan dan Pejuang Pendidikan Al-Qur’an di Comal

45
×

Mengenang KH Syarif Hidayatullah (Mbah Surip): Teladan Kesederhanaan dan Pejuang Pendidikan Al-Qur’an di Comal

Share this article

PEMALANG, Publikatodays.com — Di tengah dinamika kehidupan modern yang serba cepat, keteladanan hidup seorang ulama kharismatik asal Desa Kandang, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, KH Syarif Hidayatullah atau yang akrab disapa Mbah Surip, terus dikenang oleh masyarakat. Semasa hidupnya, beliau dikenal luas sebagai sosok yang memegang teguh prinsip kesederhanaan, ketegasan, serta ketulusan dalam mendedikasikan diri bagi agama dan pendidikan.

​Sejak usia muda, Mbah Surip mengabdikan hidupnya untuk mengajarkan anak-anak membaca dan memahami Al-Qur’an. Meski dikenal memiliki karakter tegas dan disiplin dalam mendidik, metode tersebut justru berhasil menanamkan rasa hormat yang tinggi terhadap ilmu serta membentuk akhlak para santri.

​Prinsip hidup sederhana juga tercermin secara nyata dalam keseharian beliau. Mbah Surip menjalani pola hidup jauh dari kemewahan, bahkan dikenal sebagai seorang vegetarian yang menghindari konsumsi garam. Salah satu kisah yang melekat di benak masyarakat adalah ketika petugas sempat dibuat terheran-heran mendapati koper beliau saat menunaikan ibadah haji hanya berisi daun singkong dan daun pepaya, sebagai wujud nyata kezuhudan yang dijalaninya.

​Jejak perjuangan dan dakwah beliau kini dilanjutkan melalui berdirinya TPQ Terpadu Syahid di Desa Kandang, Comal. Dari lembaga tersebut, telah lahir banyak generasi muda yang mahir membaca Al-Qur’an serta memiliki fondasi adab dan akhlak yang kuat.

​Bagi warga setempat, Mbah Surip bukan sekadar seorang guru agama, melainkan panutan dan penasihat yang mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati tidak terletak pada limpahan harta, melainkan pada keikhlasan hati dan keberkahan hidup. Meski raga beliau telah tiada, nilai-nilai keteladanan yang ditinggalkannya akan terus hidup di hati masyarakat.***

Sumber: Tiktok Santoso
Editor: Alwi Assagaf

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *