Pemalang, Publikatodays.com – Krisis pengelolaan sampah di Kabupaten Pemalang kian mengkhawatirkan. Di saat beberapa titik mulai dibersihkan, tumpukan sampah di TPS Mengori dan TPS Sewaka justru dibiarkan terbengkalai selama hampir tiga pekan hingga meluber ke jalan dan menimbulkan bau busuk menyengat.
Pantauan di lapangan pada Kamis (19/02) menunjukkan kontrasnya penanganan: petugas aktif mengangkut sampah di TPS Jalan Anggur, namun mengabaikan titik lain. Akibatnya, warga Desa Mengori memasang spanduk larangan membuang sampah sebagai bentuk protes atas lambatnya respons pemerintah.
”Sudah mau tiga minggu tidak diangkut. Baunya sangat mengganggu, apalagi kalau habis hujan,” ujar salah satu warga yang mengeluhkan ketimpangan prioritas pembersihan antar wilayah.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pemalang, Ahmady, mengakui adanya keterlambatan armada. Ia berdalih fokus saat ini masih terpecah pada titik-titik yang mengalami overload ekstrem seperti TPS Kebondalem, Kaligelang, dan Kabunan.
”Insya Allah segera terjadwal. Kendala kemarin karena kami sedang menyiapkan lahan control landfill (kubur sampah) sebagai solusi penyelesaian. Ini segera kami tuntaskan,” jelas Ahmady melalui pesan singkat, Jum’at 20 Februari 2026. (Alwi Assagaf).
