PEMALANG, Publikatodays. – Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Advokat Indonesia (DPC Peradi) Pemalang resmi menetapkan Misbahul Munir sebagai Ketua Terpilih dalam Musyawarah Cabang (Muscab) II yang digelar di Hotel Grand Wijaya, Sabtu (25/4/2026).
Acara yang berlangsung khidmat sejak pukul 09.00 hingga 16.00 WIB ini dihadiri oleh Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Pengembangan Advokat Muda DPN Peradi, Chrisman Damanik, SH, MH Tingkat partisipasi anggota tercatat sangat tinggi, yakni mencapai 85% atau disampaikan oleh 45 dari total 53 anggota resmi.
Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Pimpinan Sidang, Helmi Nuky Nugroho, menegaskan bahwa regenerasi kepemimpinan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap advokat sebagai penegak hukum yang independen di wilayah Pemalang.
“Penyelenggaraan Muscab II ini adalah bukti soliditas kami dalam membangun organisasi yang berwibawa,” ujar Ketua Panitia Pengarah, Anggoro Adi Atmodjo.
Dalam berbagai tahap perdananya, Misbahul Munir menekankan pentingnya pengaktifan kembali fungsi-fungsi organ organisasi yang selama ini menjadi catatan penting.
“Pekerjaan rumah kita masih banyak. Fokus utama ke depan adalah memastikan serapan dan fungsi organ organisasi berjalan optimal, terutama Pusat Bantuan Hukum (PBH) dan Young Lawyer Club (YLC) DPC Peradi Pemalang,” tegas Munir.
Apresiasi juga datang dari Ketua DPC Peradi Pekalongan, H. Arif N. Sulistyo, SH, MH, yang mengawali pemutaran Muscab hingga usai. Menurutnya, terpilihnya Munir yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris merupakan bentuk estafet kepemimpinan yang ideal.
“Sebagai mantan Sekretaris, beliau sangat memahami administrasi dan kebutuhan internal. Ini modal yang kuat untuk melahirkan ide-ide baru tanpa meninggalkan keberhasilan yang telah dicapai pengurus sebelumnya,” pungkas Arif.
Selain pengurus internal, acara ini juga dihadiri oleh sejumlah pimpinan cabang dari daerah tetangga, termasuk Ketua DPC Peradi Batang dan Ketua DPC Peradi Tegal, yang menunjukkan kuatnya sinergi antar advokat di wilayah eks-Karesidenan Pekalongan. (Prapto).
