BERAU, Publikatodays.com – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, para pedagang hewan kurban mulai dihantui kekhawatiran. Harga jual sapi dan kambing di sejumlah daerah dilaporkan mengalami penurunan dibanding tahun lalu, namun ironisnya daya beli masyarakat justru ikut melemah.
Sejumlah penjual mengaku kondisi tahun ini jauh lebih berat. Pembeli disebut lebih banyak datang sekadar melihat-lihat tanpa transaksi. Bahkan, beberapa pedagang memilih mengurangi stok karena takut merugi besar.
“Kalau tahun lalu sapi cepat keluar, sekarang susah. Orang banyak tanya harga, habis itu pergi,” ujar salah satu pedagang hewan kurban.
Penurunan harga paling terasa pada sapi ukuran sedang hingga besar. Untuk sapi berbobot sekitar 250–300 kilogram, harga kini berada di kisaran Rp25 juta hingga Rp28 juta. Sementara sapi ukuran 400–500 kilogram dijual antara Rp33 juta hingga Rp40 juta tergantung jenis dan kondisi.
Sedangkan kambing kurban ukuran standar dengan bobot sekitar 25–35 kilogram kini dijual mulai Rp1,8 juta hingga Rp3 juta per ekor. Untuk kambing premium atau jenis etawa dengan ukuran besar, harga bisa menembus Rp4 juta hingga Rp10 juta lebih.
Meski harga relatif turun di tingkat pedagang lokal, penjualan justru lesu. Banyak penjual mengaku masyarakat kini lebih berhitung sebelum berkurban akibat tekanan ekonomi dan naiknya kebutuhan pokok.
Beberapa pedagang bahkan mengurangi jumlah stok dibanding tahun sebelumnya. Ada yang biasanya membawa puluhan sapi, kini hanya berani menyediakan sesuai pesanan.
Fenomena ini memunculkan kekhawatiran baru bagi peternak dan pedagang musiman. Mereka terancam merugi akibat biaya pakan, transportasi, hingga perawatan ternak yang terus naik, sementara harga jual sulit terdongkrak.
Di sisi lain, masyarakat juga mulai beralih ke kambing karena harga sapi dinilai terlalu berat. Pergeseran pola pembelian itu diprediksi membuat pasar hewan kurban tahun ini lebih lesu dibanding Iduladha sebelumnya.
