Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
HukumKriminal

Lima Tahun Program Bantuan Siswa Miskin (PIP) Madrasah Ibtidaiyah di Garut Diduga Digelapkan Oknum, Orang Tua Siswa Ramai-Ramai Geruduk Madrasah

13
×

Lima Tahun Program Bantuan Siswa Miskin (PIP) Madrasah Ibtidaiyah di Garut Diduga Digelapkan Oknum, Orang Tua Siswa Ramai-Ramai Geruduk Madrasah

Share this article

Publika Todays.com|Garut-Program Indonesia Pintar (PIP) atau bantuan siswa miskin di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Hidayatussibyan yang berlokasi di Kp. Cisanca Kidul, Desa Cintarakyat, Kec. Samarang, Kabupaten Garut, kini menjadi sorotan setelah diduga adanya diendapkan atau digelapkan oleh oknum sekolah A selama lima tahun. Oknum tersebut yang diduga terlibat juga merangkap sebagai bendahara sekolah.

Example 300x600

Keterangan mengenai dugaan penyalahgunaan dana PIP ini disampaikan oleh salah satu orang tua siswa yang tidak ingin disebutkan namanya. Menurutnya, para orang tua bahkan pernah melakukan aksi demo setelah acara perpisahan siswa karena informasi mengenai dana PIP yang tidak jelas selama bertahun-tahun.

 

“Kemarin teh para orang tua sempat demo kesekolah pak usai samen, ya itu soal PIP yang gak jelas, katanya sekolah ini teh punya keinginan untuk penambahan siswa, tapi manajemen nya begini, mau maju gimana,” ungkap orang tua siswa tersebut, rabu (22-07-2026).

 

Secara terpisah, para guru di lingkungan Madarasah Ibtidaiyah Hidayatusibyan menyatakan bahwa mereka tidak mengetahui secara pasti  mengenai permasalahan dana PIP yang tengah ramai diperbincangkan. “Kurang tahu pak, kalo urusan wawancara tentang PIP harus ijin dulu pak sama kepala sekolah, kebetulan saat ini operator A nya juga lagi sakit pak,” tandas salah satu guru.

Ketika dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp, pengganti kepala sekolah, Muhklis, memberikan komentar terkait kasus ini. “Ia itu kan bisa disebut musibah, tapi sekarang kan sambil berjalan di bayar sama orang tua di tuntut sudah sebagian katanya,” ucapnya.

 

Sementara itu, mantan kepala sekolah Eti Kurniawati S.Pd.i yang berstatus PNS ini malah enggan memberikan tanggapan ketika ditemui awak media di lingkungan sekolah. Ada dugaan bahwa mantan kepala sekolah tersebut tersangkut dalam permasalahan ini entah lalai dalam pengawasan atau dugaan pembiaran hal tersebut terjadi.

 

Menurut keterangan salah satu guru yang dipercaya, Anton bahwa jumlah PIP yang terakomodir yakni ada 31 orang dalam pertahun nya, ” kalo gak salah ya pa adalah 31 orang mah itu juga termasuk anak saya, tapi kalo anak saya sudah di kembalikan pak dan sebagian pun sudah pak, kalo yang lain nya saya gak tahu pak, nah kalo pencairan kalo gak salah itu di kolektip”, tandas Anton, rabu (22-06-2026).

Hingga berita ini ditayang kang, awak media belum berhasil melakukan wawancara dengan pihak komite sekolah untuk mendapatkan klarifikasi lebih lanjut tentang permasalahan ini, di kabar kan sebagian pendidik yang memiliki peran penting saat ini masih terikat keluarga seperti, operator A menantu dari mantan kepsek Eti Kurniawati dan kepsek saat ini  bernama Muhklis yakni adik dari mantan kepala sekolah.

 

Para orang tua siswa berharap agar pihak berwenang, seperti Kasi pendidikan Madrasah di Departemen Agama Kabupaten Garut dapat segera melakukan tindakan  terhadap oknum atas dugaan penyalahgunaan wewenang dana PIP ini.

 

Mereka berharap oknum operator tidak lagi mengajar di lingkungan madrasah tersebut dan meminta keadilan agar dapat ditegakkan dan dana bantuan yang seharusnya diterima oleh siswa miskin dapat diberikan sesuai dengan haknya.

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *