Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BeritaDaerah

Klarifikasi Lurang: Bantah Narasi Miring, Tegaskan Tidak Bermaksud Merendahkan Media, Warga Disebut Merasa Terbantu

26
×

Klarifikasi Lurang: Bantah Narasi Miring, Tegaskan Tidak Bermaksud Merendahkan Media, Warga Disebut Merasa Terbantu

Share this article

Batam, publikatodays.com – Pemberitaan mengenai keberadaan bangunan yang disebut sebagai Bar & Cafe di sekitar permukiman warga dekat Kampung Telaga Rindu, Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, mendapat tanggapan langsung dari Lurang.

‎Lurang memberikan klarifikasi untuk meluruskan sejumlah narasi yang menurutnya berkembang dan berpotensi menimbulkan kesan berbeda dari kondisi sebenarnya di lapangan.

Example 300x600

‎Ia menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud melakukan kegiatan yang merugikan masyarakat maupun menimbulkan keresahan di lingkungan sekitar. Menurutnya, keberadaan kegiatan di lokasi tersebut selama ini juga disertai dengan hubungan sosial yang cukup baik dengan masyarakat setempat.

‎“Yang ingin saya sampaikan adalah supaya persoalan ini jangan dilihat dari satu sisi saja. Kami juga berinteraksi dengan masyarakat dan selama ini berusaha menjaga hubungan baik dengan lingkungan sekitar,” ujar Lurang saat memberikan klarifikasi.

‎Lurang juga membantah jika keberadaan lokasi tersebut kemudian secara otomatis dapat dimaknai sebagai kegiatan yang tidak memperhatikan masyarakat sekitar.

‎Menurutnya, selama kegiatan berlangsung, pihaknya berupaya menjaga komunikasi dengan lingkungan dan tidak ingin keberadaan lokasi tersebut menjadi sumber persoalan bagi warga.

‎Bahkan, ia menyebut adanya bentuk kepedulian sosial yang dilakukan terhadap masyarakat sekitar sebagai bagian dari hubungan sosial antara pengusaha dan warga.

‎Salah satunya terlihat dalam kegiatan bakti sosial menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pada Minggu (16/8), warga Telaga Rindu, Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, Batam, menerima paket sembako dari para pengusaha setempat.

‎Kegiatan tersebut disebut sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya mempererat hubungan dengan masyarakat di lingkungan sekitar.

‎“Warga juga merasa terbantu. Kami tidak hanya melakukan kegiatan usaha, tetapi juga berusaha membantu masyarakat sekitar. Salah satunya melalui kegiatan sosial dan pembagian sembako,” ungkapnya.

‎Bagi Lurang, kegiatan sosial tersebut menjadi salah satu bentuk bahwa hubungan antara pihak usaha dan masyarakat tidak selalu sebagaimana narasi negatif yang mungkin berkembang.

‎Ia berharap persoalan yang muncul tidak langsung diarahkan menjadi kesimpulan sepihak, melainkan dilihat secara berimbang dengan memberikan ruang kepada pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan untuk menyampaikan penjelasan.

‎“Saya berharap persoalan ini bisa dilihat secara utuh. Kalau ada informasi yang dianggap kurang tepat, tentu lebih baik diklarifikasi dan dibicarakan bersama daripada menimbulkan kesalahpahaman,” katanya.

‎Dalam kesempatan tersebut, Lurang juga secara terbuka menyampaikan permintaan maaf terkait pernyataannya sebelumnya yang menyebut adanya “berita abal-abal”.

‎Ia mengakui bahwa pernyataan tersebut disampaikan dalam kondisi emosional karena sedang menghadapi banyak pikiran dan tekanan pekerjaan.

‎“Saya minta maaf kalau ucapan saya sebelumnya menyinggung teman-teman media. Waktu itu kondisi saya sedang banyak pikiran dan penuh tekanan karena pekerjaan. Jadi mungkin ucapan saya terbawa emosi,” ujarnya.

‎Lurang menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud merendahkan profesi wartawan ataupun menganggap seluruh pemberitaan media sebagai berita yang tidak benar.

‎Menurutnya, kritik maupun pemberitaan merupakan bagian dari dinamika yang harus dihadapi, tetapi apabila terdapat informasi yang dinilai kurang tepat, penyelesaiannya sebaiknya dilakukan melalui mekanisme klarifikasi dan komunikasi.

‎“Saya tidak ada niat merendahkan media. Kalau ada informasi yang perlu diluruskan, mari kita klarifikasi bersama. Saya juga menghargai kerja teman-teman media,” tegasnya.

‎Pernyataan tersebut sekaligus menjadi upaya Lurang untuk meluruskan kesan yang mungkin muncul setelah pernyataan sebelumnya beredar.

‎Ia berharap persoalan tersebut tidak berkembang menjadi konflik antara dirinya dengan kalangan media maupun masyarakat.

‎Dengan adanya klarifikasi ini, Lurang berharap polemik tidak berkembang menjadi persoalan personal ataupun saling menyerang.

‎Ia justru membuka ruang komunikasi agar setiap informasi yang dipersoalkan dapat diperiksa dan diklarifikasi berdasarkan fakta di lapangan.

‎Pada akhirnya, persoalan tersebut bukan semata-mata mengenai siapa yang paling benar dalam sebuah pemberitaan. Yang jauh lebih penting adalah memastikan setiap informasi disampaikan secara berimbang, pihak yang diberitakan memperoleh ruang untuk menjelaskan, dan masyarakat mendapatkan informasi yang utuh.

‎Lurang pun menutup klarifikasinya dengan kembali menegaskan penghormatannya terhadap kerja jurnalistik serta meminta agar perbedaan pandangan tidak menjadi alasan untuk memutus komunikasi.

‎“Saya menghargai teman-teman media. Kalau ada yang perlu diluruskan, mari kita duduk bersama dan mencari penjelasan berdasarkan fakta. Saya tidak ingin persoalan ini menjadi salah paham berkepanjangan,” pungkasnya.

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *