Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BeritaDaerah

SERAGAM JADI TAMENG, DOKUMEN PALSU JADI SENJATA! MAYOR TNI AL EDY RAMPAS MOBIL WARGA TENGAH MALAM — LALAI KLAIM: “ATAS PERINTAH JENDERAL”

7
×

SERAGAM JADI TAMENG, DOKUMEN PALSU JADI SENJATA! MAYOR TNI AL EDY RAMPAS MOBIL WARGA TENGAH MALAM — LALAI KLAIM: “ATAS PERINTAH JENDERAL”

Share this article

PUBLIKATODAYS _ BANGKALAN — SURABAYA, 28 Agustus 2026 — Luka baru menganga di tubuh institusi yang seharusnya melindungi rakyat. Seorang anggota TNI Angkatan Laut berpangkat Mayor berinisial Edy, bertugas di Detasemen Pasukan Katak Tanjung Perak Surabaya, bertindak persis layaknya perampok berseragam — menyatroni rumah warga di Desa Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan, merampas unit mobil Pajero dengan bermodalkan fotokopi surat-surat dan Laporan Polisi PALSU.

Bukan sendirian. Ia membawa pasukan, mengendarai tiga unit mobil, menyerbu kediaman warga tepat tengah malam, pukul 01.00 dini hari — jam yang hanya dipakai penjahat untuk beraksi. Menunjukkan dokumen yang ternyata palsu, didampingi pihak yang mengaku dari Polsek Tanjung Bumi, memaksa penyerahan kendaraan. Warga tunduk karena percaya pada seragam dan laporan polisi — baru setelah mereka pergi, sadar bahwa ia telah ditipu habis-habisan. Laporan Polisi itu palsu. Semua sandiwara.

Example 300x600

Mobil hasil perampasan itu dibawa lari dan disimpan di Kantor Pasukan Katak Tanjung Perak. Saat dikonfirmasi, jawaban Mayor Edy bagai belati menusuk hati nurani seluruh bangsa:

“Perintah ini dari atasanku yang berpangkat Jenderal.”

Sebuah pengakuan yang sekaligus menjadi tuduhan terbuka. Seolah-olah ada kekuasaan yang berdiri di atas hukum negara. Seolah seragam memberi hak merampas, dan pangkat Jenderal memberi izin memalsukan dokumen.

Pemegang kendaraan, warga berinisial R, menjelaskan fakta yang mencerahkan siapa pelaku sebenarnya: Mobil itu dititipkan oleh anggota TNI AU bernama Tri sejak delapan bulan lalu, dengan kesepakatan jelas diambil saat pelunasan selesai. Tak pernah ada sengketa, tak pernah ada teguran, tak pernah ada kabar masalah. Lalu tiba-tiba datang kekuatan bersenjata di tengah malam, pakai surat palsu, mengambil paksa — lalu bersembunyi di balik nama Jenderal.

“Kami dirampas, ditipu, jiwa kami terguncang hebat. Ini bukan pelindung rakyat. Ini penindas rakyat. Jangan jadikan perintah Jenderal sebagai alasan melanggar hukum. Jangan korbankan anak buah untuk menutupi kebusukan pihak yang bersembunyi di balik pangkat tinggi.” — ungkap R dengan suara bergetar.

⚡ TUNTUTAN TERBUKA KEPADA NEGARA:

🗡️ Siapa nama Jenderal yang dimaksud? Tampilkan bukti perintahnya! Kalau benar ada, seret juga ia ke meja hukum!
🗡️ Siapa yang merancang skema dokumen palsu ini? Apakah markas militer dijadikan markas penipuan dan penyitaan ilegal?
🗡️ Mengapa ada anggota Polsek ikut mendampingi aksi penipuan ini? Ikut sengaja atau dibohongi juga?
🗡️ Kembalikan mobil warga SEKARANG! Bayar seluruh kerugian materi dan batin!
🗡️ Usut dari pelaku di lapangan hingga yang memberi perintah. Tidak ada yang boleh bersembunyi di balik seragam, pangkat, maupun perintah lisan.

Ingatlah: Setiap orang sama di hadapan hukum. Tak peduli pangkat Mayor, tak peduli nama
(Mat)

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *