Batam, publikatodays.com – DPP Rumpun Melanesia Bersatu (RMB) menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh langkah-langkah Polda Kepulauan Riau (Kepri) dalam menjaga stabilitas keamanan dan kondusivitas Kota Batam sebagai kota multikultural, pusat pertumbuhan ekonomi, serta rumah bersama bagi seluruh elemen masyarakat.
Ketum DPP Rumpun Melanesia Bersatu, Sofyan, menyampaikan bahwa Batam merupakan miniatur Indonesia yang diwakili oleh beragam latar belakang suku, agama, dan budaya. Oleh karena itu, perdamaian dan perdamaian masyarakat (kamtibmas) menjadi fondasi utama agar kehidupan sosial berjalan harmonis dan pembangunan dapat berlangsung secara berkelanjutan.
“DPP Rumpun Melanesia Bersatu memandang bahwa upaya Polda Kepri dalam menjaga kamtibmas bukan semata tugas aparat, tetapi merupakan bentuk kehadiran negara untuk memastikan seluruh masyarakat Batam dapat hidup, bekerja, dan beraktivitas dengan rasa aman dan damai,” ujar Sofyan, Selasa (27/1/2026).
Ia menilai langkah preventif dan pendekatan persuasif yang dilakukan Polda Kepri- termasuk membangun komunikasi intensif dengan tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta organisasi kemasyarakatan—merupakan strategi yang tepat dalam merawat persatuan di tengah dinamika sosial dan perbedaan pandangan yang berkembang di masyarakat.
Menurut Sofyan, perbedaan pendapat merupakan keniscayaan dalam kehidupan demokrasi. Namun demikian, perbedaan tersebut tidak boleh dibiarkan berkembang menjadi konflik sosial yang dapat merusak persaudaraan, mengganggu stabilitas daerah, serta berdampak pada iklim investasi dan perekonomian Batam.
“Keberagaman adalah kekuatan, bukan ancaman. Semangat Bhinneka Tunggal Ika harus terus kita hidupkan dalam praktik kehidupan sehari-hari. Jangan sampai ruang publik dipenuhi narasi provokatif yang justru memicu persatuan,” tegasnya.
Sebagai bagian dari masyarakat Melanesia yang hidup dan tumbuh bersama berbagai suku lainnya di Batam, DPP Rumpun Melanesia Bersatu menegaskan komitmennya untuk berada di garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai toleransi, saling menghormati, dan kebersamaan. DPP Rumpun Melanesia Bersatu secara tegas menolak segala bentuk hasutan, kebencian, serta hasutan yang berpotensi mengganggu keamanan dan pelanggaran umum.
Sofyan juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih bijak dalam menyikapi informasi di ruang digital serta tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang belum terverifikasi kebenarannya.
“Era digital menuntut kedewasaan kolektif. Jangan biarkan hoaks, disinformasi, dan kepentingan akan merusak keharmonisan yang telah kita bangun bersama di Kota Batam,” ujarnya.
Lebih lanjut, DPP RMB menyatakan kesiapan untuk bersinergi secara aktif dengan Polda Kepri, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas keamanan dan perdamaian masyarakat. Sinergi lintas elemen tersebut dinilai sebagai kunci utama dalam mewujudkan Batam yang aman, inklusif, dan sejahtera.
“Kami percaya, Batam yang aman dan kondusif akan melahirkan kesejahteraan bagi seluruh warganya tanpa kecuali. Menjaga keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi tanggung jawab moral kita bersama sebagai anak bangsa,” kata Sofyan.
Di akhir pernyataannya, Sofyan menegaskan bahwa DPP Rumpun Melanesia Bersatu akan terus menjadi mitra strategis dalam menjaga persatuan dan keutuhan sosial di Kota Batam.
“DPP Rumpun Melanesia Bersatu berdiri tegak untuk persatuan, perdamaian, dan keadilan sosial. Kami siap bergandengan tangan dengan semua pihak demi Batam yang damai, pertanda, dan menjadi rumah bersama bagi seluruh masyarakat,” tutupnya.
