Bupati Franky Donny Wongkar Hadiri Penutupan Pendidikan Pertama Bintara TNI AD, Tegaskan Komitmen Dukung Pembinaan Prajurit Berkualitas

MINSEL, publikatodays.com– Bupati Minahasa Selatan, Franky Donny Wongkar (FDW), menghadiri Upacara Penutupan Pendidikan Pertama Bintara Infanteri Tentara Nasional Indonesia Darat Angkatan Gelombang I Tahun 2026 yang dilaksanakan di Lapangan Secaba Rindam XIII/Merdeka, Kecamatan Amurang Timur, Jumat (24/4/2026).

Upacara ini menjadi penanda berakhirnya seluruh rangkaian pendidikan dasar militer yang telah dijalani para prajurit siswa selama beberapa bulan terakhir. Dalam kurun waktu tersebut, para peserta didik ditempa secara intensif melalui berbagai program pelatihan yang mencakup aspek fisik, mental, disiplin, hingga pembentukan karakter keprajuritan yang tangguh dan berintegritas.

Selama pendidikan, para siswa tidak hanya dibekali kemampuan dasar militer seperti taktik tempur, baris-berbaris, dan ketahanan fisik, tetapi juga nilai-nilai pengabdian, kesetiaan kepada negara, serta pengabdian tanpa pamrih. Proses pelatihan ini bertujuan mencetak prajurit Bintara yang tidak hanya siap secara kemampuan teknis, tetapi juga matang secara emosional dan moral dalam menjalankan tugas.

Suasana upacara berlangsung khidmat, tertib, dan penuh semangat nasionalisme. Rangkaian kegiatan diisi dengan prosesi militer yang sarat makna, mulai dari laporan perintah upacara, pemeriksaan pasukan, hingga penyematan tanda kelulusan kepada para prajurit siswa sebagai simbol resmi berakhirnya masa pendidikan mereka.


Dalam kesempatan tersebut, para lulusan diharapkan mampu mengimplementasikan seluruh ilmu dan nilai yang telah diperoleh selama pendidikan, serta menjunjung tinggi Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI sebagai pedoman dalam setiap pelaksanaan tugas. Mereka juga dituntut untuk selalu menjaga nama baik institusi dan menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kehadiran Bupati FDW dalam kegiatan ini menjadi wujud nyata dukungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan terhadap institusi TNI, khususnya dalam upaya pembinaan dan penguatan sumber daya manusia di lingkungan militer.

 

Pemerintah daerah memandang bahwa keberadaan prajurit TNI yang profesional dan berintegritas merupakan salah satu pilar penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan mendukung pembangunan daerah.
Selain itu, sinergitas antara pemerintah daerah dan Tentara Nasional Indonesia dinilai sangat strategis, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan, pencegahan bencana, serta mendukung program-program pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Panglima Kodam XIII/Merdeka, Mirza Agus; Komandan Rindam XIII/Merdeka, Wempi Ramandei; Komandan Secaba Rindam XIII/Merdeka, Johansyah; Kapolres Minahasa Selatan, David Candra Babega; Kepala Kejaksaan Negeri Minahasa Selatan, Albertus Roni Santoso; serta Dandim 1302/Minahasa, Bonaventura Ageng Fajar Santoso bersama jajaran TNI AD Kodam XIII/Merdeka dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) lainnya.
Momentum penutupan pendidikan ini juga menjadi awal perjalanan pengabdian bagi para Bintara muda yang akan segera ditempatkan di berbagai satuan di seluruh wilayah Indonesia. Mereka diharapkan mampu beradaptasi dengan cepat, menjunjung disiplin tinggi, serta menunjukkan dedikasi dan loyalitas tinggi dalam setiap pengugasan.

Dengan berakhirnya pendidikan ini, para prajurit Bintara baru diharapkan menjadi sosok prajurit yang tidak hanya kuat secara fisik dan terampil dalam tugas, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan, kepedulian sosial, serta komitmen tinggi dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *