Sinergi PKK dan PSGA IAI Pemalang: Bedah Buku 10 Program PKK dalam Perspektif Islam untuk Perkuat Ketahanan Keluarga

 

​PEMALANG, Publikatodays.com – Memperingati Hari Kartini, Tim Penggerak PKK Kabupaten Pemalang bersinergi dengan Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Institut Agama Islam (IAI) Pemalang menyelenggarakan bedah buku bertajuk “10 Program PKK dalam Perspektif Islam”. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di Kantor BAZNAS Kabupaten Pemalang pada Sabtu (25/4/2026).

​Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pemalang, Noor Faizah Maenofie, dalam Berbagai tekanan bahwa integrasi nilai-nilai Islam dalam program PKK merupakan langkah strategi untuk memperkuat implementasi kegiatan di lapangan. Ia menilai, buku ini mampu menerjemahkan program kerja PKK ke dalam narasi Islami yang mudah dipahami namun tetap inklusif.

​”Tanpa mengurangi rasa hormat kepada anggota PKK yang non-Muslim, buku ini menggunakan bahasa yang universal meskipun diambil dari perspektif Islam. Ini adalah panduan berharga bagi kita semua,” ujar Noor Faizah.

Lebih lanjut Noor Faizah menjelaskan bahwa inti dari program pokok PKK adalah pendidikan keluarga demi menciptakan generasi yang sehat, baik secara jasmani maupun mental. Menurutnya, keluarga hebat bermula dari pola pengasuhan dan pembelajaran yang matang di dalam rumah tangga.

​”Keluarga dibentuk oleh ayah dan ibu. Keduanya memiliki tanggung jawab penuh atas keberlangsungan keluarga yang sehat,” tegasnya.

Beliau juga berharap buku ini menjadi referensi utama bagi pengurus PKK di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa dalam menjalankan pengabdiannya.

Senada dengan hal tersebut, narasumber, Amiroh, menyebutkan bahwa buku ini merupakan panduan praktis bagi para kader. Ia mengingatkan bahwa selain nilai agama, setiap warga negara dan kader PKK wajib menghayati Pancasila sebagai dasar pembangunan bangsa.

​Pancasila adalah ruh dalam pembangunan kita, kata Amiroh.

Ia juga menyoroti peran penting ibu sebagai madrasah pertama (al-madrasah al-ula) bagi anak-anak. Amiroh pentingnya pentingnya sinkronisasi pendidikan di tiga lingkungan utama: rumah, sekolah, dan masyarakat.

​ “Pola asuh yang sehat akan membentuk karakter anak yang baik. Pendidikan di rumah harus sejalan dengan apa yang didapat di sekolah dan lingkungan sekitar agar tercipta ekosistem pertumbuhan yang mendukung,” tutupnya.

Responden: Prapto.

Editor: Mas Al.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *