Bandar Lampung, publikatodays.com-
1 Mei 2026 — Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Lampung diwarnai aksi penyampaian aspirasi dari berbagai elemen buruh, mahasiswa, petani, dan masyarakat sipil. Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan sejumlah tuntutan terkait ketenagakerjaan, demokrasi, reforma agraria, hingga kesejahteraan rakyat.
Dengan mengusung tema “Lawan Kapitalisme, Imperialisme, Militerisme: Wujudkan Kerja Layak, Upah Layak, Hidup Layak”, massa menilai kondisi kelas pekerja saat ini semakin tertekan akibat kebijakan ekonomi yang dinilai tidak berpihak kepada buruh.
Dalam pernyataan sikap yang dibacakan saat aksi, peserta menyoroti masih maraknya sistem kerja kontrak, outsourcing, rendahnya upah, serta minimnya perlindungan sosial bagi pekerja di berbagai sektor, termasuk pekerja digital, media, tenaga medis, pekerja kebun, hingga kurir.
Selain isu ketenagakerjaan, massa juga menyinggung persoalan konflik agraria, ruang demokrasi, dan dugaan kriminalisasi terhadap aktivis. Mereka menilai negara harus lebih hadir dalam menjamin hak-hak warga negara, termasuk akses pendidikan, kesehatan, serta perlindungan terhadap kebebasan berpendapat.
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan 18 tuntutan, di antaranya mendesak pengesahan regulasi ketenagakerjaan yang berpihak kepada buruh, penghapusan sistem kerja fleksibel, pemberian upah layak nasional, penyelesaian konflik agraria, serta penghentian intimidasi terhadap rakyat yang menyampaikan kritik.
Mereka juga meminta pemerintah daerah menuntaskan persoalan banjir di Bandar Lampung, menyediakan ruang terbuka hijau minimal 30 persen, serta memenuhi hak-hak pekerja di sejumlah perusahaan dan badan usaha milik daerah.
Koordinator aksi dalam orasinya Yohanes Joko Purwanto, menyampaikan bahwa peringatan May Day bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum memperkuat solidaritas antar kelompok masyarakat yang mengalami ketidakadilan.
“May Day adalah hari perjuangan. Buruh, petani, mahasiswa, dan rakyat harus bersatu memperjuangkan kehidupan yang lebih adil dan bermartabat,” ujarnya.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan. Massa secara bergantian menyampaikan orasi, membentangkan spanduk tuntutan, serta menyerukan solidaritas perjuangan kaum pekerja.
Peringatan May Day setiap 1 Mei merupakan momentum internasional untuk memperjuangkan hak-hak buruh dan meningkatkan kesejahteraan pekerja di berbagai negara.
(Ined)
