DATA PESERTA DIDIK SMAS PEMUDA GARUT BERBENTURAN, DANA BOS DAN PIP JADI SOROTAN
Publika Todays.co6|Garut- SMAS Pemuda Garut yang berlokasi di Kelurahan Margawati, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut terpapar adanya ketidak sesuaian dalam data jumlah peserta didik atau PD yang juga berdampak pada pencairan bantuan pemerintah seperti Program Indonesia Pintar (PIP) dan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Berdasarkan informasi yang ada, untuk tahun 2026 terdapat 10 siswa kelas 12 yang menerima bantuan PIP dengan masing-masing mendapatkan sebesar Rp 900.000. Sementara itu, data Dapodik tahun 2026 mencatat 114 peserta didik di sekolah tersebut.
Namun terdapat perbedaan dengan data penerima bantuan Dana BOS yang mencatat hanya 99 siswa, dengan perhitungan bantuan per peserta didik sebesar Rp 1.600.000.
Berdasarkan ketentuan, tahap 1 pencairan Dana BOS sebesar Rp 74.250.000 (untuk enam bulan), sehingga untuk satu tahun penuh sekolah akan menerima dana senilai Rp 148.500.000.
Namun muncul data lain dari hasil validasi update peripikasi tahun 2026 yang menyatakan bahwa jumlah peserta didik di SMAS Pemuda Garut hanya sebanyak 16 siswa saja dengan satu jurusan MIPA.
Kondisi ini menunjukkan bahwa terdapat ketidak sesuaian atau tidak adanya kesinkronan dalam data peserta didik yang tercatat di berbagai sistem seperti Dapodik, Arkas, dan Verpal.
Ketidaksesuaian data ini menjadi perhatian karena berkaitan dengan penggunaan dana bantuan dari pemerintah yang seharusnya disalurkan sesuai dengan jumlah peserta didik yang sebenarnya.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak kepala sekolah SMAS Pemuda Garut yang merangkap sebagai operator belum dapat diwawancarai untuk memberikan klarifikasi terkait perbedaan data tersebut.
Masyarakat dan pihak terkait berharap agar segera dilakukan penyelidikan dan klarifikasi untuk memastikan bahwa data peserta didik yang tercatat akurat, serta bantuan pemerintah dapat digunakan secara tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan sekolah dan siswa.
