Li Claudia Sambut Delegasi Pertahanan 19 Negara, Batam Tegaskan Posisi Strategis di Kawasan

 

Batam, publikatodays.com– Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menyambut kunjungan 22 atase pertahanan dari 19 negara sahabat dalam rangkaian Defence Attache Tour 2026 di Kantor BP Batam, Rabu (3/6/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momentum penting bagi Batam untuk memperkenalkan perannya sebagai kawasan perdagangan bebas, pusat investasi nasional, sekaligus wilayah perbatasan strategis yang memiliki kontribusi besar dalam menjaga stabilitas dan kerja sama regional.

Program yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia itu merupakan agenda tahunan yang bertujuan memperkenalkan perkembangan industri pertahanan nasional kepada para perwakilan negara sahabat, khususnya sektor industri maritim dan galangan kapal.

Kepala Delegasi Kementerian Pertahanan RI, Troy Hutagalung, menjelaskan bahwa pihaknya mendampingi 22 atase pertahanan dari 19 negara yang mengikuti program tersebut. Negara-negara yang berpartisipasi antara lain Rusia, Brunei Darussalam, Prancis, Selandia Baru, Inggris, Kenya, Laos, Pakistan, Jepang, Myanmar, Jerman, Polandia, Uni Emirat Arab, Serbia, Tiongkok, Yordania, Australia, dan Maroko.

“Program ini merupakan agenda rutin Kementerian Pertahanan RI. Kami mengundang para atase pertahanan untuk melihat secara langsung perkembangan industri pertahanan Indonesia,” ujar Troy.

Menurutnya, para atase pertahanan memiliki peran strategis sebagai mitra bilateral dalam menjaga stabilitas dan keamanan kawasan. Karena itu, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memperkenalkan kemampuan industri pertahanan nasional, tetapi juga mempererat hubungan persahabatan dan kerja sama antarnegara.

“Kami ingin mempromosikan industri pertahanan Indonesia melalui kunjungan ke berbagai sektor strategis, termasuk industri maritim dan galangan kapal yang memiliki potensi kerja sama di bidang pertahanan maupun ekonomi,” tambahnya.

Troy juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Batam dan BP Batam atas dukungan yang diberikan sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan baik dan lancar.

Sementara itu, Li Claudia Chandra menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan kepada Batam sebagai salah satu destinasi kunjungan para atase pertahanan negara sahabat.

“Merupakan suatu kehormatan bagi kami dapat menerima kunjungan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia bersama para atase pertahanan negara sahabat di Kota Batam,” ujarnya.

Li Claudia menjelaskan bahwa Batam memiliki posisi yang sangat strategis karena berada di jalur perdagangan internasional serta berstatus sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara tetangga.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadikan aspek keamanan sebagai faktor utama dalam mendukung pertumbuhan investasi dan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

“Keamanan menjadi faktor utama yang mendukung iklim investasi di Batam terus berkembang. Kehadiran para atase pertahanan hari ini merupakan simbol kepercayaan internasional terhadap stabilitas Indonesia, khususnya di Batam,” katanya.

Ia berharap kunjungan tersebut dapat semakin mempererat hubungan Indonesia dengan negara-negara sahabat sekaligus membuka peluang sinergi dan kerja sama yang lebih luas di berbagai sektor pada masa mendatang.

“Terima kasih kepada Kementerian Pertahanan Republik Indonesia yang telah memilih Batam sebagai bagian dari rangkaian kegiatan ini. Semoga pertemuan ini semakin mempererat persaudaraan, memperkuat sinergi strategis, dan memberikan kesan positif selama berada di Batam,” tutupnya.

Kunjungan para atase pertahanan tersebut menunjukkan bahwa Batam tidak hanya dikenal sebagai pusat investasi dan industri nasional, tetapi juga memiliki posisi penting dalam mendukung diplomasi, keamanan kawasan, serta pengembangan industri pertahanan Indonesia di mata dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *