JAKARTA, Publikatodays.com — Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Rizal Bawazier, menerima audiensi jajaran pengurus Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin 13/7/2026.
Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog terbuka bagi PPMI untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan catatan terkait pemenuhan hak-hak pekerja Muslim di Indonesia. Suasana berlangsung akrab dan konstruktif.
PPMI Ungkap Berbagai Persoalan Pekerja Muslim
Dalam audiensi itu, perwakilan PPMI memaparkan sejumlah persoalan yang masih dirasakan pekerja Muslim di berbagai sektor. Isu yang disorot antara lain masih adanya pembatasan kebebasan menjalankan ibadah di lingkungan kerja, belum optimalnya pemenuhan hak normatif pekerja, serta perlunya penguatan hubungan industrial yang adil, harmonis, dan menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan.
PPMI menekankan bahwa iklim kerja yang sehat tidak hanya ditentukan oleh produktivitas, tetapi juga oleh penghormatan terhadap keyakinan dan hak dasar pekerja.
Rizal Bawazier: Ini Amanah Rakyat yang Harus Kami Kawal
Menanggapi aspirasi tersebut, Rizal Bawazier menegaskan DPR RI memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk mendengar serta memperjuangkan suara masyarakat, khususnya kaum pekerja.
“Saya menerima aspirasi dari Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia sebagai amanah yang harus kami perjuangkan. Negara wajib hadir memastikan setiap pekerja mendapatkan haknya secara adil. Itu meliputi hak ekonomi, hak perlindungan kerja, dan juga hak menjalankan ibadah sesuai keyakinannya tanpa ada diskriminasi di tempat kerja,” tegas Rizal.
Politisi PKS asal Daerah Pemilihan Jawa Tengah X meliputi Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, Kabupaten Batang, dan Kabupaten Pemalang itu menyatakan, seluruh catatan dari PPMI akan dipelajari secara mendalam dan dikawal sesuai mekanisme yang berlaku di DPR RI. Baik melalui pembahasan regulasi, fungsi pengawasan, maupun koordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan mitra kerja lainnya.
Dorong Sinergi Tripartit untuk Iklim Kerja yang Berkeadilan
Rizal juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan organisasi pekerja dalam membangun hubungan industrial yang sehat.
“Pembangunan ekonomi nasional harus berjalan beriringan dengan pemenuhan hak-hak pekerja. Ketika pekerja merasa aman, dihargai, dan hak-haknya dipenuhi, maka produktivitas dan kesejahteraan akan meningkat secara berkelanjutan. Kita tidak ingin pertumbuhan ekonomi mengorbankan manusia pekerjanya,” jelasnya.
Ia mendorong perusahaan untuk menjadikan nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan sebagai bagian dari budaya kerja, bukan sebagai penghambat. Begitu pula pemerintah perlu memastikan regulasi dan pengawasan berjalan efektif agar tidak ada praktik diskriminasi.
Tutup dengan Diskusi dan Komitmen Bersama
Audiensi ditutup dengan sesi diskusi lanjutan dan foto bersama sebagai bentuk komitmen untuk terus menjaga komunikasi antara wakil rakyat dengan elemen masyarakat pekerja.
Rizal memastikan aspirasi PPMI akan menjadi perhatian Komisi VI DPR RI. “Tujuan kita satu, agar kebijakan ketenagakerjaan ke depan semakin berpihak, berkeadilan, dan menghormati hak setiap pekerja Indonesia, termasuk hak untuk menjalankan ibadah dengan tenang,” pungkasnya.















