Batam,publikatodays.com– Pemerintah Kota Batam terus memperkuat pembangunan sektor pendidikan melalui pemetaan kebutuhan guru dan tenaga kependidikan sebagai dasar penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Kota Batam.
Komitmen tersebut disampaikan saat kegiatan silaturahmi bersama guru dan tenaga kependidikan yang berlangsung di Dataran Engku Putri, Batam Centre, Rabu (5/8/2026). Kegiatan itu diikuti sebanyak 648 aparatur sipil negara (ASN) sektor pendidikan dari Kecamatan Sekupang, terdiri atas 255 pegawai negeri sipil (PNS) dan 393 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Amsakar menjelaskan, pendataan tersebut merupakan bagian dari proses verifikasi dan validasi untuk memperoleh gambaran riil mengenai kondisi tenaga pendidik di Batam.
“Dari pendataan ini kita mengetahui kondisi riil guru di Batam sebagai dasar menyusun kebijakan ke depan,” ujarnya.
Berdasarkan data Pemerintah Kota Batam, saat ini terdapat 4.877 guru dan tenaga kependidikan berstatus PNS maupun PPPK. Jumlah tenaga pendidik berstatus PPPK tercatat lebih banyak dibandingkan PNS.
Menurut Amsakar, data tersebut akan menjadi acuan pemerintah dalam menyusun kebijakan pengelolaan sumber daya manusia di sektor pendidikan, termasuk pemerataan distribusi guru di seluruh sekolah.
Ia juga mengapresiasi dedikasi para guru yang dinilai berperan besar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Batam. Hal itu, menurutnya, tercermin dari meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam yang naik dari 83,3 pada 2024 menjadi 83,8 pada 2025.
“Kalau mutu pendidikan kita baik, tentu karena guru-gurunya hebat. Karena itu, pembangunan SDM menjadi prioritas, termasuk melalui program seragam sekolah gratis dan beasiswa,” katanya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, mengatakan validasi data dilakukan setelah pemerintah menerima laporan dari sejumlah kepala sekolah terkait masih adanya kekurangan guru di beberapa satuan pendidikan.
“Hasil penelusuran menunjukkan jumlah guru cukup besar, tetapi komposisi PPPK lebih banyak. Sementara guru ASN yang pensiun belum sepenuhnya tergantikan, sehingga sejumlah sekolah masih kekurangan tenaga pendidik,” jelasnya.
Li Claudia menambahkan, data yang akurat mengenai status kepegawaian, persebaran guru, serta masa pensiun menjadi dasar penting dalam merumuskan kebijakan yang efektif.
“Setelah data dimutakhirkan, kami akan membawa persoalan kebutuhan guru di Batam kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia untuk mencari solusi bersama,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, mengungkapkan bahwa proses validasi dilakukan secara bertahap di seluruh kecamatan. Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di Kecamatan Batuampar dan Batam Kota sebelum dilanjutkan ke wilayah lainnya.
Secara keseluruhan, Pemko Batam memiliki 4.877 ASN di sektor pendidikan yang tersebar di 12 kecamatan. Rinciannya terdiri atas 1.778 PNS, yakni 1.755 guru dan 23 tenaga kependidikan, serta 3.099 PPPK yang terdiri atas 2.767 guru dan 332 tenaga kependidikan.
Melalui pemutakhiran data tersebut, Pemerintah Kota Batam berharap dapat menyusun kebijakan yang lebih akurat dalam memenuhi kebutuhan tenaga pendidik, meningkatkan pemerataan guru, serta memperkuat kualitas layanan pendidikan demi mewujudkan sumber daya manusia yang unggul di Kota Batam.
(Redaksi)















