Publika Todays.com|Garut- Saat awak media berkunjung ke MTs Al Baqiyatussolihat, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, Kamis (15-10-2026) untuk menanyakan petunjuk teknis Program Indonesia Pintar (PIP), sejumlah sarana sekolah justru menjadi sorotan langsung. Meskipun terdapat alokasi pemeliharaan dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), renovasi mebeler sekolah tampak kurang diperhatikan. Sebuah pintu masuk kelas terlihat tergeletak terlepas dari kusennya dan meja kursi yang sudah tidak layak dibiarkan terbengkalai.
“Pak, pintunya rusak tidak dipakai pak, meja, kursi jugat pak kami saja risih pak,” keluh para siswa yang duduk di dekat pintu yang kondisinya sudah tidak layak tersebut.


Beberapa jam kemudian, Kepala Sekolah, Agus Kusdinar menerima awak media di ruang kerjanya. Ia mengakui kondisi sarana yang memprihatinkan dan menjelaskan kendala pengelolaan dana BOS.
“Pokoknya setiap tahun pemeliharaan itu selalu ada, bahkan pintu yang copot itu sudah dipikirkan dari kemarin juga. Cuman cara membolak-balik BOS-nya susah, pemeliharaan kan cuma 30%,” ungkap Kepala Sekolah, Kamis (15/10/2026).


Lebih lanjut, Kepala Sekolah juga mengakui bahwa pembelian buku untuk tahun 2026 hingga saat ini belum terlaksana.
“Untuk tahun sekarang buku belum dibeli karena memang tidak ada uang. Dana BOS kan sudah minim, sudah diambil untuk bayar honor,” jelasnya.
Terkait besaran dana BOS yang diterima, Kepala Sekolah menyebutkan, “Siswa itu ada 340, kalau dana BOS kemarin itu Rp275 juta.” tutup kepsek.
Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat rencana jelas kapan sarana sekolah yang rusak akan diperbaiki serta kapan buku siswa akan segera dibeli dan disalurkan di bulan oktober tahun 2026 ini.














