Batam, publikstodays.com — MONACCO, yang sebelumnya dikenal dengan nama ATTABOY Bar & Resto, kembali menjadi sorotan warga di kawasan Nagoya, Batam. Meski telah berganti nama, keberadaannya yang berdampingan dengan Kopi Anambas dinilai tidak serta-merta menghapus kerusakan masyarakat terhadap pola operasional yang dianggap tidak lazim dan berpotensi menyimpang dari izin usaha.
Sejumlah warga sekitar mengungkapkan bahwa pada siang hari lokasi MONACCO tidak menunjukkan aktivitas sebagaimana layaknya kafe atau restoran. Tidak terlihat pelayanan makan, kehadiran pengunjung umum, maupun usaha operasional yang terbuka untuk masyarakat. Sebaliknya, warga justru sering melihat perempuan berpakaian mini atau seksi keluar masuk lokasi, tanpa disertai aktivitas usaha yang dapat diakses publik. Kondisi ini menimbulkan sumber daya dan pertanyaan serius di tengah warga mengenai fungsi sebenarnya dari tempat tersebut.
Situasinya bisa berubah drastis pada malam hari. MONACCO tampak lebih ramai dengan lalu lalang pengunjung hingga larut malam. Sejumlah kendaraan dilaporkan keluar masuk hingga dini hari, di luar jam operasional yang dinilai wajar oleh warga sekitar. Aktivitas ini semakin memperkuat dugaan adanya kegiatan yang tidak sejalan dengan izin bar dan restoran.
“Siang bukan aktivitas resto. Yang terlihat justru perempuan berpakaian seksi keluar masuk. Malamnya ramai sampai dini hari. Wajar kalau warga curiga,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Atas kondisi tersebut, warga mendesak Satpol PP, Dinas Pariwisata, serta aparat kepolisian untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh dan tidak parsial. Pemeriksaan yang diminta tidak hanya terfokus pada jam malam, tetapi juga menelusuri aktivitas siang hari, kelengkapan dan kesesuaian perizinan, serta pemenuhan terhadap ketentuan usaha hiburan dan restoran.
Warga menilai, rebranding atau pergantian nama usaha tidak boleh dijadikan tameng untuk menghindari pengawasan aparat dan aturan hukum.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola MONACCO belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan tersebut. Warga berharap aparat penegak hukum tidak teralihkan oleh perubahan nama usaha semata-mata dan memastikan setiap kegiatan berjalan sesuai regulasi serta tidak meresahkan lingkungan sekitar.
