Batam, Indonesia – 18 April 2026 – Ultimate Friends Singapura & Indonesia kembali memberikan dampak signifikan dalam upaya pemberantasan kontaminasi narkoba melalui pelaksanaan sesi Pendidikan Pencegahan Narkoba atau Preventive Drug Education (PDE) di SMPN 58 kota Batam.
Kegiatan ini fokus pada edukasi kepada para pelajar mengenai bahaya penggunaan narkoba, sekaligus menjadi tidak penting dalam upaya berkelanjutan Ultimate Friends untuk meningkatkan kesadaran serta mempromosikan gaya hidup sehat di kalangan generasi muda.
Untuk pertama kalinya, inisiatif ini juga melibatkan komunitas perempuan di Batam, dengan kehadiran anggota dari Perkumpulan Ibu-Ibu Komplek Cipta Asri tahap 1 Tembesi Sagulung kota Batam.
Acara dibuka dengan penuh semangat melalui Perayaan Eko Istiyanto dari tim Ultimate Friends Indonesia, yang memberikan arah dan suasana bagi diskusi penting hari tersebut.
Eko menyampaikan kekhawatirannya terhadap peningkatan penggunaan vape etimidate, sebuah tren narkoba baru yang mulai marak di Batam, bersama dengan zat-zat berbahaya lainnya yang semakin populer di wilayah tersebut.
Ia menekankan pentingnya edukasi dan peningkatan kesadaran untuk mencegah penyebaran yang lebih luas, khususnya di kalangan generasi muda. Pesan yang disampaikan mendapat respon yang kuat dari para peserta dan menekankan pentingnya kolaborasi komunitas dalam menangani ancaman ini.
Dalam sesi keterlibatan pemuda (Youth Engagement), turut hadir Andhi Kusuma Ketua DPD KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) Provinsi Kepulauan Riau yang memberikan dukungan serta menambah nilai dalam interaksi bersama para pelajar, memperkuat pesan pencegahan narkoba yang disampaikan sepanjang program.
Dalam kegiatan ini juga diperkenalkan dua anggota baru tim Ultimate Friends Indonesia dari kalangan generasi muda, yaitu Rajwa dan Alif, yang bergabung sebagai perwakilan media sekaligus pembawa acara.
Kehadiran mereka memberikan energi baru dalam kegiatan ini serta berperan penting dalam menjaga keterlibatan peserta dan kelancaran program.
Hairi dan Azlinda, sebagai pembicara berpengalaman dan advokat pencegahan narkoba, menyampaikan sesi yang mendalam mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba.
Mereka membahas tanda-tanda peringatan, tahapan kecanduan, serta berbagai faktor risiko dan faktor pelindung yang mempengaruhi kemungkinan seseorang terjerumus dalam perlindungan zat. Selain itu, mereka juga memperkenalkan keterampilan menolak (refusal skills), untuk membekali peserta agar mampu menghadapi tekanan dari lingkungan dan menghindari situasi berbahaya.
Momen yang sangat menyentuh terjadi saat Ajeera, seorang Peer Mentor, menceritakan kisah pribadinya. Ia menyampaikan, “Berbagi cerita saya di Batam adalah pengalaman yang membuka mata. Saya tidak pernah membayangkan perjalanan saya dapat menginspirasi orang di luar Singapura, namun melihat para pelajar dan masyarakat di sini mendengarkan dengan penuh perhatian membuat saya sadar bahwa kita semua terhubung dalam perjuangan melawan narkoba.
Ini mengingatkan bahwa pencegahan dimulai dari diri kita sendiri, di mana pun kita berada.”
Hal serupa juga disampaikan oleh Asziah, seorang Peer Trainee, yang berbicara mengenai dirinya sebagai advokat. “Sangat mengharukan melihat bagaimana masyarakat di Batam dapat merasakan pengalaman saya.
Ini adalah pertama kalinya saya berbagi di luar Singapura, dan saya merasa diberdayakan karena cerita saya mungkin bisa menjadi titik perubahan bagi seseorang.
Penyalahgunaan narkoba tidak mengenal batas, begitu juga dengan komitmen kita untuk membantu orang lain mengatasinya.”
Ibu Besmiwati mewakili pihak Sekolah SMPN 58 Batam mengucapkan terima kasih kepada Ultimate Friends Singapura atas terselenggaranya kegiatan ini yang sangat memberikan manfaat kepada para pelajar.
Sehingga anak-anak mengetahui apa itu narkoba, seperti apa bahayanya dan bagaimana cara menjauhinya.
Semoga kedepannya bisa dilaksanakan lagi kegiatan ini di SMPN 58 Batam.
Komitmen berkelanjutan Ultimate Friends Singapura & Indonesia dalam pencegahan narkoba terlihat jelas dari keberhasilan kegiatan ini.
Dengan menjangkau generasi muda sekaligus komunitas yang lebih luas, inisiatif ini memberikan dampak nyata dalam upaya memerangi korupsi di Batam.
Keterlibatan komunitas perempuan secara khusus juga menekankan pentingnya peran semua lapisan masyarakat dalam mendukung upaya pencegahan serta membangun kehidupan yang lebih sehat.
Acara Sosialisasi Pencegahan Bahaya Narkoba ditutup dengan foto bersama sambil berlutut yel yel “Say No To Drug” kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah.
