Publika Todays.com|Bandung, Jawa Barat, 7 Mei 2026 — Program Indonesia Pintar (PIP) terus memberikan manfaat nyata bagi murid di seluruh Indonesia, termasuk SLB Negeri Cicendo, Bandung. Penyerahan bantuan berupa buku tabungan dan kartu ATM kepada perwakilan murid menjadi momentum untuk menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung keberlanjutan pendidikan, sekaligus memperkuat pengawasan agar bantuan tepat sasaran.
Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan komitmen pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam menjamin akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin atau rentan miskin.
Melalui program ini, pemerintah berupaya mengurangi angka putus sekolah sekaligus mendorong peserta didik untuk terus melanjutkan pendidikan.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, menegaskan bahwa Kemendikdasmen bersama Kejaksaan Republik Indonesia terus memperkuat sinergi pengawasan melalui sistem JAGA Indonesia Pintar. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyaluran PIP berjalan lebih transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
“PIP memiliki tujuan utama untuk memutus rantai kemiskinan dan mengurangi angka putus sekolah. Untuk itu, ada sistem JAGA Indonesia Pintar, yang bertujuan untuk menjaga agar program ini tepat sasaran,” ujar Wamen Atip di Bandung, Rabu (06/05/2026).
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk berperan aktif dalam melakukan pengawasan dan perbaikan tata kelola program.
“Kami mengundang seluruh pemangku kepentingan pendidikan yang terkait dengan PIP agar dapat melakukan perbaikan-perbaikan dan melakukan pengawasan secara semestinya,” tambahnya.
Di SLB Negeri Cicendo, penyerahan bantuan PIP tahun 2026 dilakukan kepada perwakilan enam murid tuna rungu.
Secara keseluruhan, terdapat 26 murid di sekolah tersebut yang ditetapkan sebagai penerima manfaat PIP tahun ini.
Kepala SLB Negeri Cicendo, Santi Komaladini, menyampaikan apresiasi atas keberlanjutan program ini.
“Alhamdulillah pada periode ini ada 26 murid yang mendapatkan bantuan PIP. Terima kasih untuk program ini, PIP memiliki kebermanfaatan bagi kami semua,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa proses penyaluran dilakukan secara langsung dan transparan, dimulai dari data pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik), kemudian sekolah berkoordinasi dengan orang tua murid, hingga pencairan dilakukan secara mandiri melalui bank oleh masing-masing penerima.
Guru SLB Negeri Cicendo, Lina Marlina, menambahkan bahwa sebagian murid telah menerima pencairan dana dengan baik.
“Untuk periode saat ini, ada 9 murid yang telah menerima dana PIP, terdiri dari 3 murid SDLB, 2 murid SMPLB, dan 4 murid SMALB. Proses pencairan berjalan dengan baik,” jelasnya.
Manfaat PIP juga dirasakan langsung oleh para murid. Murid kelas XII, Inesta Aurelia, mengaku telah menerima bantuan sejak 2024 dan merasakan dampaknya dalam mendukung kebutuhan pendidikan sehari-hari.
“Dengan adanya PIP, saya bertambah semangat untuk belajar dan melanjutkan pendidikan sampai kuliah,” ungkapnya.
Hal serupa disampaikan oleh murid kelas IX, Muhammad Rio, yang telah menerima bantuan sejak 2022. “PIP sangat membantu untuk kebutuhan sekolah dan mendorong saya untuk terus belajar.
“Saat ini saya sedang menekuni desain grafis, dan bantuan ini membuat saya semakin semangat,” tuturnya.
Berbagai pengalaman tersebut menunjukkan bahwa PIP tidak hanya membantu dari sisi pembiayaan, tetapi juga mendorong kepercayaan diri dan semangat belajar murid untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Ke depan, penguatan pengawasan melalui sinergi lintas kementerian maupun lintas lembaga diharapkan dapat memastikan PIP terus berjalan tepat sasaran, sehingga manfaatnya semakin luas dan dirasakan langsung oleh seluruh peserta didik yang membutuhkan.
#KEMENDIKDASMEN#
(R. Santosa)
