Batam, publikatodays.com– Aktivitas proyek penimbunan lahan di kawasan Perumahan Rosinton Raya, RW 07, Kecamatan Batu Aji, Kota Batam, menuai keluhan keras dari warga sekitar.
Kegiatan pengangkutan material tanah menggunakan kendaraan berat dan truk lori dinilai mengganggu kenyamanan masyarakat karena menyebabkan jalan lingkungan menjadi kotor, berlumpur, dan licin, terutama di tengah musim hujan.
Keluhan warga memuncak pada Jumat (8/5/2026), hingga sempat terjadi adu argumen antara perangkat lingkungan dengan sejumlah sopir truk pengangkut tanah yang hendak melintas menuju lokasi proyek. Warga menolak jalan pemukiman digunakan secara terus-menerus oleh kendaraan bertonase besar karena tanah yang diangkut sering jatuhan di sepanjang jalan.
Pantauan tim media di lapangan menunjukkan kondisi jalan lingkungan maupun jalan utama di sekitar lokasi proyek berubah drastis akibat aktivitas tersebut. Jalan yang sebelumnya bersih kini dipenuhi tumpahan tanah berwarna kuning kecokelatan. Saat hujan turun, kondisi jalan menjadi becek dan licin sehingga membahayakan pengendara roda dua maupun pejalan kaki.
Ketua RT 04 Perumahan Suka Maju, Dedi Manurung, mengaku menerima banyak keluhan warga terkait dampak proyek penimbunan tersebut.
“Warga saya pada komplain semua. Jalan jadi berlumpur, kotor, dan licin sekali, apalagi sekarang musim hujan. Ini sangat mengganggu kenyamanan warga,” ujar Dedi saat ditemui di lokasi.

Sebagai bentuk protes, sejumlah warga bersama perangkat lingkungan sempat meminta beberapa truk lori untuk berputar dan tidak melintasi kawasan perumahan. Langkah itu dilakukan agar pihak pelaksana proyek segera memperhatikan dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan sekitar.
Tidak hanya jalan lingkungan, tumpahan tanah juga terlihat hingga ke ruas jalan raya utama di sekitar kawasan Batu Aji. Aspal jalan yang sebelumnya hitam tampak tertutup lapisan tanah sehingga menimbulkan kesan kumuh dan kurang terawat.
Warga berharap Pemerintah Kota Batam, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan terhadap aktivitas proyek tersebut, termasuk terkait izin operasional, rute kendaraan pengangkut material, dan pengendalian dampak lingkungan.
Masyarakat juga meminta pihak pelaksana proyek bertanggung jawab membersihkan jalan yang terdampak serta menerapkan sistem kerja yang lebih tertib agar tidak merusak fasilitas umum maupun membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Hingga berita ini diterbitkan, aktivitas transportasi material masih berlangsung dan ketegangan di lokasi masih terasa. Warga menyatakan akan terus mengawali permasalahan tersebut sampai ada solusi yang dinilai adil dan tidak merugikan masyarakat sekitar
