TUBAN, publikatodays.com— Dugaan praktik penyalahgunaan BBM subsidi jenis Pertalite kembali mencuat dan menjadi perhatian serius masyarakat. Kali ini, aktivitas yang diduga sebagai pengangsuan BBM subsidi disebut terjadi di SPBU Pertamina 54.623.34 Syirkah Amanah Bunut, Kabupaten Tuban.
Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, sejumlah kendaraan roda dua seperti Suzuki Thunder, Suzuki Shogun 125, dan beberapa motor jenis Grand diduga digunakan secara berulang kali untuk melakukan pengisian Pertalite di SPBU tersebut. Modus tersebut diduga dilakukan untuk menimbun BBM subsidi yang kemudian diperjualbelikan kembali demi meraup keuntungan pribadi.

Warga menilai aktivitas itu berlangsung cukup terang-terangan dan memunculkan dugaan adanya permainan antara pelaku pengangsu dengan oknum operator SPBU. Dugaan kongkalikong tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab praktik penyalahgunaan BBM subsidi sulit dihentikan.
“Motor yang itu-itu saja bolak-balik isi Pertalite. Sudah sering terlihat. Masyarakat jadi curiga ada permainan,” ujar salah seorang warga sekitar yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Masyarakat juga mengaku resah karena BBM subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi rakyat kecil justru diduga dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk kepentingan bisnis ilegal. Kondisi tersebut dinilai merugikan negara sekaligus menghambat distribusi BBM subsidi kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Ironisnya, dugaan praktik pengangsuan tersebut disebut telah berlangsung cukup lama dan seakan kebal dari penindakan hukum. Padahal, Satgas BBM Subsidi Mabes Polri sebelumnya telah menegaskan komitmennya dalam memberantas mafia BBM subsidi yang merugikan negara hingga miliaran rupiah.
Aktivitas penyalahgunaan BBM subsidi sendiri dapat dijerat dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Cipta Kerja. Pelaku penyalahgunaan pengangkutan dan niaga BBM subsidi terancam pidana penjara hingga 6 tahun dan denda maksimal Rp60 miliar.
Masyarakat mendesak agar Satgas BBM Mabes Polri, BPH Migas, Pertamina Patra Niaga, serta aparat kepolisian setempat segera turun melakukan investigasi dan pemeriksaan menyeluruh terhadap aktivitas di SPBU tersebut.
Warga berharap negara tidak kalah dengan mafia BBM subsidi yang terus mencari celah untuk mengeruk keuntungan dari hak masyarakat kecil.
“Kalau benar ada praktik mafia BBM subsidi, aparat jangan tutup mata. Harus ditindak tegas supaya ada efek jera,” tegas warga lainnya.
