Bappeda dan Dinkes Jateng Gelar Rakor Pembina Kabupaten/Kota Sehat Pemalang 2026, Sasar Peningkatan Peringkat di 2027

 

PEMALANG, Publikatodays.com – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapedda) Provinsi Jawa Tengah bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah selaku Tim Pembina Kabupaten/Kota Sehat (KKS) tingkat provinsi menggelar Rapat Koordinasi dan Pembinaan bagi Tim Pembina Penyelenggaraan KKS Kabupaten Pemalang tahun 2026. Acara berlangsung di Rumah Makan SS Bojongbata, Pemalang, pada Selasa (26/5/2026).

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari amanat program Kabupaten/Kota Sehat, di mana setiap tahun genap dilaksanakan pembinaan dan pendampingan, sedangkan pada tahun ganjil akan dilakukan proses penilaian kelayakan.

Perwakilan Bapedda Provinsi Jawa Tengah menyampaikan bahwa pembinaan ini bertujuan untuk memastikan seluruh rangkaian program dan indikator yang ditetapkan dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang, mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten.

“Dalam program KKS terdapat sembilan tatanan utama yang harus dijalankan, dengan total 136 indikator yang menjadi acuan pelaksanaan, ucapnya.

Nantinya, pelaksanaan di lapangan akan dilakukan verifikasi dan penilaian di tingkat kabupaten, kemudian dilanjutkan ke tingkat provinsi. Setelah dinyatakan memenuhi syarat, usulan akan diserahkan ke Tim Pembina Nasional untuk dilakukan tinjauan langsung di lapangan dan dinilai.

Ia juga menyoroti rekam jejak prestasi Kabupaten Pemalang dalam program ini. Pada tahun 2023 dan 2025, Pemalang berhasil meraih peringkat Padapa, dan sebelumnya pada tahun 2015 pernah menyandang peringkat Wiwerda.

“Kami sangat berharap pada penilaian tahun 2027 mendatang, Pemalang bisa naik peringkat, setidaknya ke tingkat Wiwerda, bahkan berpeluang besar meraih peringkat tertinggi yaitu Wistara, ujarnya

Menurutnya, semangat yang ditunjukkan oleh Ketua Forum maupun seluruh jajaran Tim Pembina di tingkat kabupaten sudah sangat luar biasa, dan hal ini menjadi modal dan potensi terbesar untuk mencapai target tersebut.

Meski memiliki peluang besar, dalam hasil evaluasi juga teridentifikasi beberapa aspek yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan kualitasnya. Di antaranya adalah pengelolaan pasar, sektor pariwisata, kawasan industri, serta tata lingkungan perumahan dan permukiman.

Selain itu, kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dan memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis juga masih menjadi perhatian utama.

“Tatanan sehat mandiri di sini masih perlu digalakkan lagi. Kesadaran warga untuk datang memeriksakan kondisi kesehatannya secara berkala masih terbilang rendah, padahal layanan sudah disediakan secara cuma-cuma. Ini yang perlu terus disosialisasikan dan ditingkatkan ke depannya,” tambahnya.

Rapat koordinasi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal perbaikan dan penyusunan strategi yang lebih matang, sehingga seluruh indikator dan tatanan yang menjadi syarat penilaian dapat dipenuhi dengan baik demi kemajuan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Pemalang.(Prapto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *