Minahasa Selatan-Publikatpdays. – Program unggulan Pemerintah Pusat Presiden Prabowo-Gibran kembali menelan korban di lapangan.
Seorang pekerja asal Makassar atas nama Hendra terjatuh dari ketinggian sekitar 3 Meter saat bekerja di lokasi pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Sapa Barat, Kecamatan Tenga, Rabu (29/07/2026). Korban kini dirawat intensif di Rumah Sakit.
Insiden ini membuka borok besar: *diduga kuat standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) diabaikan sejak awal.
Berdasarkan pantauan di lapangan, para pekerja tidak dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) standar. Helm, safety belt, hingga jaring pengaman tidak terlihat saat bekerja di ketinggian. Nyawa manusia seolah dipertaruhkan demi mengejar target fisik.
Yang lebih memprihatinkan, pengawasan dari aparat terkait nihil. Hingga berita ini diturunkan, Babinsa dan Koramil Tenga tidak terlihat berada di lokasi kejadian.
Saat dikonfirmasi, Danramil Tenga Kapten Infantri menjawab singkat:
”Kemarin masih di RS Teep. Belum dapat info apakah dirujuk ke Manado. Saya konfirmasi dulu ke Babinsa,” singkatnya
Namun hingga berita ini dinaikkan, belum ada penanggung jawab proyek KDMP yang muncul dan memberikan keterangan resmi.
”Ini proyek pemerintah. Nyawa manusia taruhannya. Masa kerja di ketinggian tanpa pengaman? Di mana pengawasan? Pengawasan ini seperti burung hantu, hanya muncul saat ada korban,”_ ujar seorang warga yang menyaksikan kejadian dengan nada kecewa.
Cukup 1 korban. Jangan ada lagi nyawa pekerja yang jadi taruhan karena kelalaian dan pembiaran.
Jacky Saroinsong















