PEMALANG, Publikatodays.com – Keluarga besar Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Pemalang menggelar momentum halalbihalal sebagai ajang penguatan internal organisasi. Acara yang berlangsung di Pos Komando Pemuda Pancasila pada Sabtu (11/4/2026) tersebut menjadi panggung penegasan sikap organisasi terhadap isu sosial dan pemerintahan.
Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Pemalang, Aris Ismail, dalam berbagai tekanan pentingnya transformasi citra organisasi. Ia memimpikan seluruh kader untuk meninggalkan pola-pola lama yang bersifat intimidatif.
”Saya minta sifat-sifat arogan harus dihilangkan. Pemuda Pancasila harus tampil elegan, energik, dan penuh semangat dalam membawa perubahan positif,” tegas Aris di hadapan para kader.
Aris menggarisbawahi bahwa kader Pemuda Pancasila memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi penyambung lidah masyarakat. Ia mendorong anggotanya untuk tidak ragu-ragu dalam menyampaikan kebenaran dan melakukan kontrol sosial terhadap pengendalian roda pemerintahan.
Menurutnya, kritik terhadap kebijakan publik merupakan hal yang esensial dalam demokrasi untuk memastikan kinerja pemerintah tetap berada pada jalur yang tepat.
”Harus ada kritik untuk pemerintah. Kritik itu tujuan yang baik, yakni untuk mengingatkan agar kinerja pemerintah menjadi lebih baik lagi dalam melayani rakyat,” tandasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Aris secara khusus memberikan apresiasi kepada Satuan Siswa, Pelajar, dan Mahasiswa (Sapma) Pemuda Pancasila. Ia menilai langkah Sapma yang menanggapi keluhan masyarakat terkait studi kebijakan wisata di Kabupaten Pemalang baru-baru ini adalah contoh nyata fungsi kontrol sosial yang ideal.
Di akhir arahannya, Aris mengingatkan bahwa jati diri seorang kader adalah nasionalisme. Ia menekankan bahwa setiap anggota wajib memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila secara mendalam, bukan sekadar simbolis.
”Kader Pemuda Pancasila harus peduli pada masyarakat dan memiliki jiwa nasionalisme yang kuat. Jangan sampai ada kader yang tidak memahami arti dari Pancasila itu sendiri,” tutupnya.
Responden : Prapto
Redaktur : Alwi Assagaf
