Publika Todays.com|Bandung Barat- Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat resmi membuka kegiatan Koordinasi Teknis Pemutakhiran Data dan Implementasi EMIS-GTK (Baru) Tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Radian Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Senin (20/4/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat akurasi dan integrasi data guru serta tenaga kependidikan madrasah di Jawa Barat.
Kegiatan tersebut diikuti oleh para Kepala Seksi Pendidikan Madrasah serta operator EMIS dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat. Fokus utama kegiatan adalah menyamakan persepsi dan meningkatkan kapasitas teknis dalam penggunaan platform terbaru EMIS-GTK sebagai basis kebijakan pendidikan madrasah.
Dalam laporan kegiatan, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, H. Usep Muhtar Saepudin, menegaskan bahwa Jawa Barat sebagai provinsi dengan jumlah madrasah terbesar memiliki tantangan tersendiri dalam pengelolaan data guru.
“Perubahan platform EMIS-GTK ini harus segera ditindaklanjuti secara serius. Tidak hanya operator, tetapi juga kepala seksi harus memahami sistem ini agar proses pelayanan berjalan optimal,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi, menyelaraskan integrasi data guru tahun 2026, serta memastikan penggunaan aplikasi EMIS-GTK terbaru berjalan efektif. Selain itu, kegiatan ini juga menghasilkan rencana tindak lanjut berupa penyusunan berita acara dan jadwal sosialisasi di tingkat satuan kerja.
Usep berharap, melalui kegiatan ini, seluruh kendala teknis dalam proses migrasi data di 27 kabupaten/kota dapat terselesaikan. “Kami ingin setelah kegiatan ini tidak ada lagi kebingungan di daerah. Semua pertanyaan harus bisa dijawab di tingkat kabupaten/kota,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa validitas data menjadi kunci dalam mendukung berbagai program strategis, termasuk penyaluran tunjangan profesi guru (PPG) yang jumlahnya di Jawa Barat mencapai puluhan ribu penerima.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, H. Dudu Rohman, dalam sambutan sekaligus arahannya menekankan pentingnya transformasi digital berbasis satu data dalam pengelolaan pendidikan madrasah.
“EMIS adalah sistem informasi manajemen pendidikan yang menjadi tulang punggung layanan. Data guru di Jawa Barat mencapai lebih dari 121 ribu, baik ASN maupun non-ASN, dan semuanya harus dilayani secara tepat karena menyangkut hak mereka,” ungkapnya.
Menurutnya, pemutakhiran data menjadi krusial untuk memastikan tidak terjadi kesalahan dalam penyaluran hak, seperti tunjangan profesi maupun gaji. Ia menyoroti pentingnya validasi data agar tidak terjadi kasus data tidak akurat, seperti guru yang sudah tidak aktif namun masih tercatat dalam sistem.
“Kita harus memastikan satu data yang valid, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan begitu, kebijakan yang diambil juga tepat sasaran,” tambahnya.
Lebih lanjut, Dudu mendorong seluruh jajaran untuk beradaptasi dengan transformasi digital, sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan madrasah. Ia juga menekankan pentingnya peran kepala seksi dan operator sebagai ujung tombak dalam pengelolaan data dan pelayanan publik.
Tidak hanya itu, ia turut menyoroti tantangan pendidikan madrasah, mulai dari penurunan jumlah siswa hingga kebutuhan peningkatan kualitas sumber daya manusia guru, termasuk penguatan literasi dan kompetensi.
“Kita ingin madrasah tidak hanya unggul dalam ilmu, tetapi juga kuat dalam akhlak. Nilai-nilai inilah yang menjadi keunggulan pendidikan madrasah,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Dudu Rohman secara resmi membuka kegiatan koordinasi teknis tersebut dengan harapan dapat memperkuat sistem data pendidikan madrasah yang terintegrasi, serta mendorong peningkatan kualitas layanan pendidikan di Jawa Barat.
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, hingga 22 April 2026, dengan berbagai agenda teknis, diskusi, serta penyusunan strategi implementasi EMIS-GTK di tingkat daerah.
(KEMENAG)
R. SANTOSA
