APBN Kuat dan Ekonomi Terjaga, Pemerintah Optimistis Hadapi Ketidakpastian Global

Jakarta, publicatodays.com– Pemerintah menegaskan bahwa kondisi ekonomi nasional dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap berada pada posisi yang kuat di tengah dinamika dan kondisi global.
Hal ini disampaikan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, dalam media briefing di Jakarta, Jumat (24/4/2026). Ia menekankan bahwa pengelolaan fiskal yang disiplin serta kebijakan reformasi yang telah dilakukan sebelum tekanan global menjadi kunci utama ketahanan perekonomian Indonesia saat ini.

Menurutnya, berbagai lembaga internasional dan investor tidak lagi meremehkan fundamental fiskal Indonesia, termasuk terkait defisit anggaran. Kondisi ini mencerminkan kebijakan fiskal yang tetap terjaga.
“Saya ingin menegaskan lagi, kondisi APBN baik, malah banyak yang menakjubkan,” ujar Menkeu.

Dari sisi likuiditas, pemerintah memastikan posisi kas negara tetap aman dan dikelola secara optimal. Salah satu strategi yang dilakukan adalah penempatan dana sekitar Rp300 triliun ke sektor perbankan guna meningkatkan likuiditas dan mendorong aktivitas ekonomi tanpa menambah beban anggaran.

“Cash Management kita sudah baik. Dana kita tempatkan di perbankan supaya ada tambahan likuiditas dan perekonomian tetap berjalan. Jadi tidak perlu khawatir, APBN kita masih cukup kuat,” jelasnya.
Lebih lanjut, pemerintah terus mendorong reformasi struktural, mulai dari perbaikan sistem perpajakan, bea cukai, hingga efisiensi belanja negara. Kebijakan fiskal juga diarahkan untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendukung sektor riil.
Dalam hal subsidi, pemerintah memastikan penyaluran dilakukan tepat sasaran, khususnya bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Subsidi kami fokuskan untuk masyarakat yang membutuhkan. Bagi yang ekonominya kuat, tidak lagi disubsidi. Ini bagian dari pengelolaan anggaran yang sehat dan berkelanjutan,” tegas Menkeu.
Menghadapi tekanan global, pemerintah optimistis karena fundamental perekonomian Indonesia dinilai tetap solid. permintaan domestik yang menyumbang sekitar 90 persen terhadap perekonomian menjadi penopang utama pertumbuhan nasional.
Untuk triwulan II, pertumbuhan ekonomi diperkirakan tetap terjaga dan bahkan berpotensi meningkat. Pemerintah juga terus memantau perkembangan global dan siap mengambil langkah-langkah stimulus jika diperlukan.

“Fondasi ekonomi kita kuat. Ke depan, kita akan mempercepat perbaikan berbagai kendala ekonomi dan mendorong pertumbuhan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tambahnya.

Ke depan, pemerintah akan terus memperkuat sinergi antara kebijakan fiskal dan sektor riil, serta memastikan setiap program berjalan optimal agar pertumbuhan ekonomi dapat dinikmati secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *