Hendak Di Wawancara TPT Rusak Dan Jalan Amblas Dua Pejabat Desa Di Garut Kabur Dan Titip Amplop

Publik Todays.com|Garut-Pentingnya adab, etika, kesopanan, serta sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dalam pelayanan publik di lingkungan pemerintahan seharusnya menjadi dasar utama dalam menjalankan tugas yang diemban nya demi kepentingan umum.

 

Namun, hal ini rupanya tidak tercermin pada dua pejabat Desa Parakan, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, yang kini tengah menjadi sorotan warga terkait kondisi pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT)  yang sudah rusak dan jalam amblas hanya dalam waktu sekitar 4 bulan setelah selesai dibangun.

 

 

 

Sebelumnya, awak media melakukan kunjungan ke lokasi pembangunan TPT di Kampung Darendeng pada Selasa (12/05/2026). Di lokasi tersebut, tidak ditemukan prasasti apapun yang memberikan sejumlah informasi detail terkait pembangunan, seperti anggaran yang digunakan, pihak pelaksana, jadwal penyelesaian, nama kampung, maupun nama pemerintah yang menangani proyek tersebut.

 

Menurut sejumlah narasumber dari warga yang kemudian meluapkan kegusarannya, terdapat tuduhan bahwa kepala Desa disini tidak memiliki tatakrama dalam berkomunikasi dengan warga, bahkan hal ini sudah terjadi sejak awal kepala desa terpilih.

 

Pembangunan yang dianggap tidak memenuhi standar seperti TPT yang rusak ditambah jalan yang amblas serta dugaan penyalah gunaan dana desa yang seharusnya digunakan untuk kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakatpun menjadi awal kegelisahan warga.

 

Halah pa ges opat taun ie kepala desa sugan aya bahasa anu alus ka warga didie, eta teh bangunan karekge kamari ges runtuh dei kang, cek saya teh titah make besi da te didenge, tah mun eta anu ngange besi na muhun etamah jalan swadaya timasyarakat, didie mah teaya kang dana nanaon, katingal ku akang, aya peternakan ge mana da eweh beja, kalah weh rek nyalon dei,” ujar salah satu warga, selasa (12/05/2026).

 

Warga menyampaikan bahwa pembangunan TPT dan jalan tersebut seharusnya menjadi fasilitas penting bagi mendukung perekonomian wilayah tersebut, namun kini malah menjadi bukti dari pengelolaan dana yang tidak transparan dan kurang baik dari pemerintah desa Parakan, Samarang Garut.

 

Terpisah, dalam upaya membuat pemberitaan berimbang, awak media mendatangi kantor desa Parakan. Awalnya, kaur perencanaan atau TPK yang akan ditemui namun lagi tidak berada di kantor. Setelah itu, awak media mencoba menghubungi kepala desa, namun diketahui dan terlihat bahwa kepala desa sedang berada duduk di luar bersama Babinsa.

 

Tak lama kemudian, awak media menjelaskan maksud kedatangan untuk melakukan wawancara, namun ucapan tersebut rupanya mengganggu konsentrasi kepala desa. Akhirnya, kepala desa masuk ke salah satu ruangan yang saat itu ditempati oleh salah satu perangkat desa , apakah itu sekdes, kasi, atau kaur, namun kepala desa menyebutkan bahwa sekdes juga lagi ada dikantor ketika di pertanyakan untuk wawancara.

Setelah hampir 20 menit menunggu, kepala desa dan sekdes tak kunjung muncul. Bahkan, perangkat desa yang awalnya ada di ruanganpun nampak menghilang.  Kemudian datanglah perangkat desa lain yang memberikan buku tamu. Dan setelah nya mengisi buku tamu, diberikan sebuah amplop, namun ketika di pertanyakan keadaan kepala desa dan sekdes, perangkat tersebut menjawab sedang ada keperluan.

Karena niat ingin mewawancarai pejabat desa Amplop yang di tempel kan terhadap tangan awak media pun ditolak, dan kami segera meninggalkan kantor desa pada pukul 10.30 WIB.

 

Sampai berita ini di turunkan, pihak Desa Parakan maupun dinas terkait belum di lakukan klarifikasi resmi terkait sejumlah program desa sampai ke pembangunan TPT yang rusak tersebut. Warga berharap pihak berwenang  seperti KPK dan BPKP segera melakukan penyelidikan mendalam untuk menemukan sejumlah kejanggalan  dan memberikan konsekuensi yang sesuai bagi pihak pemerintah desa yang diduga tidak amanah dalam penyaluran program.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *